Social Items

Muhammad Nasir Anggota DPRD Kabupaten Nunukan.


SUARAKALTARA.COM – NUNUKAN – Aparat Marine Malaysia menahan Sebanyak 28 Atlet Bola volli yang berasal dari Kabupaten Nunukan, yang rencananya memenuhi Undangan pertandingan persahabatan Bola Volli di Kota Kinabalu Malaysia (21/3).

Penahanan 28 atlet bola volli yang terjadi di jalur sungai kalabakan oleh Aparat Merine Malaysia sejak tanggal 15 Maret lalu karna tidak memiliki dokumen resmi.

Muhammad Nasir Selaku Anggota DPRD Kabupaten Nunukan Mengatakan  "Sudah hampir sepekan kejadiannya, orang yang bertanggung jawab akan rombongan itu sahabat saya, H. Ahmad baru memberitahukan kepada saya pada senin malam supaya pemerintah membantu"ujarnya.

Saat ini mereka ditempatkan di sebuah penampungan TKI di Helto Tanjung Batu Darat Tawau - Malaysia.

"Kalau sudah sampai penampungan, itu melibatkan banyak pihak, makanya agak alot,"lanjutnya.

Berkaca akan kasus ini, Nasir yang juga sebagai anggota DPRD Nunukan ini meminta masyarakat tetap mentaati prosedur dan undang-undang tentang kunjungan ke luar negeri. Apapun alasannya dokumen perizinan wajib disertakan meski menghadiri undangan sekalipun.

Sejauh ini Nasir juga telah melakukan koordinasi dengan ketua DPRD Nunukan H. Danni Iskandar, para legislator perbatasan RI - Malaysia inipun telah melakukan komunikasi dengan Konsulat RI - Malaysia untuk membantu penyelesaian kasus penangkapan WNI.

"Konsul mau ke Nunukan hari ini, ke kantor DPRD untuk membicarakan solusi masalah ini, agar pemerintah malaysia melepas warga nunukan tersebut,"katanya.(DZ)

28 WNI Ditahan Marine Malaysia Saat Menghadiri Undangan Pertandingan Persahabatan

SUARA KALTARA
Muhammad Nasir Anggota DPRD Kabupaten Nunukan.


SUARAKALTARA.COM – NUNUKAN – Aparat Marine Malaysia menahan Sebanyak 28 Atlet Bola volli yang berasal dari Kabupaten Nunukan, yang rencananya memenuhi Undangan pertandingan persahabatan Bola Volli di Kota Kinabalu Malaysia (21/3).

Penahanan 28 atlet bola volli yang terjadi di jalur sungai kalabakan oleh Aparat Merine Malaysia sejak tanggal 15 Maret lalu karna tidak memiliki dokumen resmi.

Muhammad Nasir Selaku Anggota DPRD Kabupaten Nunukan Mengatakan  "Sudah hampir sepekan kejadiannya, orang yang bertanggung jawab akan rombongan itu sahabat saya, H. Ahmad baru memberitahukan kepada saya pada senin malam supaya pemerintah membantu"ujarnya.

Saat ini mereka ditempatkan di sebuah penampungan TKI di Helto Tanjung Batu Darat Tawau - Malaysia.

"Kalau sudah sampai penampungan, itu melibatkan banyak pihak, makanya agak alot,"lanjutnya.

Berkaca akan kasus ini, Nasir yang juga sebagai anggota DPRD Nunukan ini meminta masyarakat tetap mentaati prosedur dan undang-undang tentang kunjungan ke luar negeri. Apapun alasannya dokumen perizinan wajib disertakan meski menghadiri undangan sekalipun.

Sejauh ini Nasir juga telah melakukan koordinasi dengan ketua DPRD Nunukan H. Danni Iskandar, para legislator perbatasan RI - Malaysia inipun telah melakukan komunikasi dengan Konsulat RI - Malaysia untuk membantu penyelesaian kasus penangkapan WNI.

"Konsul mau ke Nunukan hari ini, ke kantor DPRD untuk membicarakan solusi masalah ini, agar pemerintah malaysia melepas warga nunukan tersebut,"katanya.(DZ)

No comments