Social Items

Humas Pemprov Kaltara
LKPj 2017 : Gubernur Menyampaikan Laporan Pertanggung Jawaban (LKPj) 2017 Di Gedung DPRD Kaltara,Senin (26/3)


SUARAKALTARA.COM - TANJUNG SELOR - Pertumbuhan ekonomi di provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Pada 2017 Mencapai 6,59 Persen sehingga berdampak positif bagi pengurangan jumlah pendududk miskin sebesar 0,26 persen atau 910 orang. Dimana Jumlah penduduk miskin tahun 2016 sebanyak 49.470 orang atau 7,22 persen. Kemudian pada tahun 2017 turun menjadi 48.560 orang atau 6,96 persen.

Seperti disampaikan Gubernur Kaltara, dalam Laporan Keterangan Perrtanggungjawaban (LKPj)-nya, tingkat kemiskinan di Kaltara, berdasarkan catatan Bappeda di kisaran 6,96 persen atau mencapai 48.560 jiwa dari jumlah penduduk provinsi bungsu ini sebanyak 723.005 jiwa. 

Gubernur menjelaskan, jumlah penduduk miskin itu menurun dari presentase bulan Maret 2017 sebanyak 7,22 persen atau 49.470 ribu jiwa. 

"Data terakhir yang ada, adalah data September 2017. Data 2018, nanti baru dipublikasikan akhir Maret ini," kata Gubernur. 

Melihat penurunan angka kemiskinan pada 2017 lalu, Gubernur optimis pada 2018 ini bisa semakin ditekan. Dikatakan, tingkat kemiskinan diprediksi bisa makin ditekan dengan instrumen investasi. Investasi diharapkan bisa menyerap banyak tenaga kerja. Kemudian bisa mempengaruhi perputaran ekonomi di sekitar kawasan investasinya. 

"Investasi datang, tenaga kerja terserap, konsumsi masyarakat meningkat. Kami prediksi ekonomi dan penekanan angka kemiskinan tahun 2018 makin lebih baik lagi," katanya.

Irianto mengatakan, turunnya jumlah penduduk miskin ini diklaim karena faktor kinerja ekonomi yang terus tumbuh. Dari sisi mikro, pendapatan masyarakat terus meningkat seiring tumbuhnya ekonomi daerah.  

"Sektor UMKM tumbuh pesat. Dibandingkan periode Maret 2017, banyak terjadi efisiensi karyawan. Utamanya karyawan perusahaan," katanya. 

Memasuki semester II 2017, harga komoditas global primer seperti batu bara, minyak sawit, serta minyak bumi dan gas (migas) mulai membaik. Hasilnya, jumlah pengangguran dan angkatan kerja banyak terserap. 

“Yang dapat pekerjaan baru ini praktis bisa meningkatkan ekonomi keluarga dari pendapatannya. Juga ditopang UMKM yang bagus," katanya. 

Pemerataan pembangunan yang dijalankan Pemprov Kalimantan Utara dan pemerintah (pusat), dan pemerintah kabupaten/kota sudah mulai berpengaruh positif di tengah masyarakat.  

"Sedikit banyaknya hal itu mempengaruhi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Inflasi kita juga cukup terkendali," tambah Gubernur. (humas)


Angka Kemiskinan Kaltara Mengalami Penurunan

SUARA KALTARA
Humas Pemprov Kaltara
LKPj 2017 : Gubernur Menyampaikan Laporan Pertanggung Jawaban (LKPj) 2017 Di Gedung DPRD Kaltara,Senin (26/3)


SUARAKALTARA.COM - TANJUNG SELOR - Pertumbuhan ekonomi di provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Pada 2017 Mencapai 6,59 Persen sehingga berdampak positif bagi pengurangan jumlah pendududk miskin sebesar 0,26 persen atau 910 orang. Dimana Jumlah penduduk miskin tahun 2016 sebanyak 49.470 orang atau 7,22 persen. Kemudian pada tahun 2017 turun menjadi 48.560 orang atau 6,96 persen.

Seperti disampaikan Gubernur Kaltara, dalam Laporan Keterangan Perrtanggungjawaban (LKPj)-nya, tingkat kemiskinan di Kaltara, berdasarkan catatan Bappeda di kisaran 6,96 persen atau mencapai 48.560 jiwa dari jumlah penduduk provinsi bungsu ini sebanyak 723.005 jiwa. 

Gubernur menjelaskan, jumlah penduduk miskin itu menurun dari presentase bulan Maret 2017 sebanyak 7,22 persen atau 49.470 ribu jiwa. 

"Data terakhir yang ada, adalah data September 2017. Data 2018, nanti baru dipublikasikan akhir Maret ini," kata Gubernur. 

Melihat penurunan angka kemiskinan pada 2017 lalu, Gubernur optimis pada 2018 ini bisa semakin ditekan. Dikatakan, tingkat kemiskinan diprediksi bisa makin ditekan dengan instrumen investasi. Investasi diharapkan bisa menyerap banyak tenaga kerja. Kemudian bisa mempengaruhi perputaran ekonomi di sekitar kawasan investasinya. 

"Investasi datang, tenaga kerja terserap, konsumsi masyarakat meningkat. Kami prediksi ekonomi dan penekanan angka kemiskinan tahun 2018 makin lebih baik lagi," katanya.

Irianto mengatakan, turunnya jumlah penduduk miskin ini diklaim karena faktor kinerja ekonomi yang terus tumbuh. Dari sisi mikro, pendapatan masyarakat terus meningkat seiring tumbuhnya ekonomi daerah.  

"Sektor UMKM tumbuh pesat. Dibandingkan periode Maret 2017, banyak terjadi efisiensi karyawan. Utamanya karyawan perusahaan," katanya. 

Memasuki semester II 2017, harga komoditas global primer seperti batu bara, minyak sawit, serta minyak bumi dan gas (migas) mulai membaik. Hasilnya, jumlah pengangguran dan angkatan kerja banyak terserap. 

“Yang dapat pekerjaan baru ini praktis bisa meningkatkan ekonomi keluarga dari pendapatannya. Juga ditopang UMKM yang bagus," katanya. 

Pemerataan pembangunan yang dijalankan Pemprov Kalimantan Utara dan pemerintah (pusat), dan pemerintah kabupaten/kota sudah mulai berpengaruh positif di tengah masyarakat.  

"Sedikit banyaknya hal itu mempengaruhi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Inflasi kita juga cukup terkendali," tambah Gubernur. (humas)


No comments