Social Items

Humas Provinsi Kaltara
ESTETIKA : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie didamping istrinya, Hj Rita Ratina pada peresmian Taman Tepian Kaltara Abadi, baru-baru ini.


SUARAKALTARA.COM - TANJUNG SELOR  Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie memastikan bahwa setiap daerah di provinsi termuda di Indonesia, akan memperhatikan keseimbangan antara perkembangan juga pertumbuhan kota atau perkotaannya dengan alih fungsi lahan yang pesat dengan kelestarian lingkungan. 

Diakui Gubernur, dalam upaya mengencarkan pembangunan di Kaltara, ada dampak yang ditimbulkan. 

Salah satunya, penurunan kualitas lingkungan hidup. Penurunan kualitas lingkungan hidup inilah yang menjadi concern kita. Dengan kata lain, kerusakan lingkungan yang terjadi akibat derap pembangunan, diupayakan tidak menimbulkan penurunan daya dukung lahan yang drastis sehingga tetap mampu menopang kehidupan masyarakat, urai Gubernur.

Salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara untuk menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan itu, adalah melalui penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang memadai. Dari itu, di setiap daerah di Kaltara, saya menginginkan ada RTH untuk publik yang memiliki berbagai manfaat baik, serta menambah estetika kota, ungkap Irianto.

Penyediaan RTH maupun ruang terbuka publik untuk kawasan perkotaan di Kaltara, menurut Irianto, berpedoman kepada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 1 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan (RTHKP). Adapun tujuan penataan RTHKP, di antaranya menjaga keserasian dan keseimbangan ekosistem lingkungan perkotaan, mewujudkan keseimbangan antara lingkungan alam dan lingkungan buatan di perkotaan, dan meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan yang sehat, indah, bersih dan nyaman. Setiap RTHKP itu memiliki beberapa fungsi, bukan sekedar ruang publik atau taman saja. Tapi, juga berperan sebagai pengaman keberadaan kawasan lindung perkotaan, pengendali pencemaran dan kerusakan tanah, air dan udara, tempat perlindungan plasma nuftah dan keanekaragaman hayati, pengendali tata air, dan sarana estetika kota, jelas Gubernur.

Penyediaan RTHKP di Kaltara yang diusulkan Pemprov Kaltara, mendapat dukungan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dikerjakan Satuan Kerja (Satker) dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). 

Adapun RTHKP yang sudah terealisasi itu, yakni Taman Berlabuh (2016) dan Taman Bertuah (2018) di Kota Tarakan. Lalu, RTP Aji Kuning di Sebatik dan RTHKP Kawasan Alun-Alun Kabupaten Nunukan (2018), dan teranyar Taman Tepian Kaltara Abadi di Tanjung Selor, Bulungan yang diresmikan oleh Gubernur pada 23 April lalu atau bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-5 Provinsi Kaltara. Saya berharap, setelah pengelolaan RTHKP yang sudah dibangun ini diserahkan kepada pemerintah kabupaten atau kota, maka taman atau ruang terbuka publik ini harus dijaga dengan baik, bahkan profesional, ungkap Irianto.

Gubernur pun memastikan bahwa untuk penyediaan lahan bagi pembangunan RTHKP itu, Pemprov bersama Pemerintah Kabupaten dan Kota se Kaltara siap untuk merealisasikannya. Sebagaimana harapan Kementerian PUPR, lahan untuk RTHKP akan disediakan pemerintah daerah. Dan, Kaltara siap melakukannya, papar Gubernur.

Penyediaan ruang terbuka ini, juga upaya Gubernur untuk memenuhi amanat Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 17/PRT/M/2009 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota. Didalam peraturan menteri ini ditegaskan bahwa setiap kota harus memiliki ruang terbuka hijau minimal 30 persen dari luas kota.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim) mengusulkan penambahan sejumlah fasilitas Ruang Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan (RTHKP) di Kaltara kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Kemenpupera). Disebutkan Gubernur, dari laporan DPUPR-Perkim, ada 2 rencana RTHKP yang akan diusulkan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Kemenpupera). 

Yakni, rencana RTHKP yang diusulkan tahun ini, adalah RTHKP Taman Aki Balak yang terletak di Kecamatan Tarakan Barat, Kota Tarakan. Dijelaskan Irianto, untuk penganggarannya diusulkan menggunakan anggaran kegiatan pembangunan di Karang Unarang yang tak bisa dikerjakan tahun ini. Besaran anggarannya sekitar Rp 10 miliar. Dana ini, menurut analisa teknisnya, cukup untuk melakukan penataan kawasan Aki Balak (termasuk pembangunan Taman Aki Balak), urai Irianto.

Adapun luasan kawasan yang akan ditata itu, luasnya sekitar 10 ribu meter persegi. Pemprov sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Tarakan, terkait status lahannya. Dan, insya Allah lahan dapat tersedia sebagaimana yang diharapkan. Selanjutnya, tinggal memperjuangkan anggarannya, dengan mengusulkan revisi anggaran kegiatan di Karang Unarang tadi, beber Gubernur. Selain itu, di Tarakan juga bakal diusulkan penataan lingkungan Jalan Mulawaran dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp 15 miliar, dan perluasan Taman Berlabuh di Jalan Yos Sudarso.

Pemprov juga mengusulkan pembangunan RTHKP di Kabupaten Bulungan. Yaitu, RTHKP Taman Kota Bunda Hayati di Kecamatan Tanjung Selor. Usulan anggarannya kita upayakan di 2019 melalui APBN. Taman itu, dalam pengembangannya nanti akan menggunakan konsep yang sudah direncanakan sejak 2 tahun lalu, urai Irianto.

Konsepnya, berupa taman untuk berwisata juga berolahraga bagi masyarakat. Didalam Taman Kota Bunda Hayati akan disediakan jogging track berstandar internasional. Impiannya, didalam taman kota itu, dapat digelar event internasional lomba lari 10 K. Fasilitas lainnya, adalah penyediaan Free Wifi (Wireless Fidelity), ulas Gubernur. Dengan digelarnya event tadi, diharapkan ada pendapatan daerah diperoleh.

Selain Tarakan dan Bulungan, usulan serupa bagi Kabupaten Malinau dan Tana Tidung juga sudah disampaikan Pemprov kepada kementerian terkait. Dirjen (Direktur Jenderal) Cipta Karya telah menjanjikan, kemungkinan tahun depan akan dialokasikan. Tapi, yang paling cepat, setelah revisi anggaran nanti, adalah penataan kawasan Aki Balak. Dan, harus diingat, semuanya melalui tahap-tahapan, urainya.(humas)


PROGRAM RTHKP SUMBER APBN DI KALTARA
1. Pembangunan Taman Berlabuh, Kota Tarakan
- Diresmikan Desember 2016
- Total anggaran Rp 5 miliar
- Luas lahan sekitar 3 hektare

2. Pembangunan Taman Bertuah, Kota Tarakan
- Diresmikan Gubernur Kaltara 6 April 2018
- Luas lahan sekitar 500 meter persegi
- Kebutuhan anggaran Rp 3 miliar
- Telah digunakan sekitar Rp 500 juta 
- 2019, diusulkan penambahan anggaran Rp 2,5 miliar

3. RTHKP Aji Kuning, Sebatik, Kabupaten Nunukan
- Diresmikan Gubernur Kaltara 7 April 2018
- Luas lahan penanganan 6.772 meter persegi
- Luas Lapangan 4.836 meter persegi
- Total anggaran Rp 486 juta

4. RTHKP Taman Tepian Kaltara Abadi, Kabupaten Bulungan
- Diresmikan Gubernur Kaltara 23 April 2018
- Luasan 600 meter x 20 meter
- Total anggaran Rp 14,6 miliar

USULAN PROGRAM RTHKP SUMBER APBN DI KALTARA
1. Penataan Kawasan Aki Balak, Kota Tarakan
- Diusulkan Rp 10 miliar pada 2018
2. Penataan Lingkungan Jalan Mulawaran, Kota Tarakan
- Diusulkan Rp 15 miliar pada 2019
3. RTHKP Taman Kota Bunda Hayati, Kabupaten Bulungan
- Direncanakan diusulkan pada 2019
4. RTHKP di Malinau dan KTT

Sumber : DPUPR-Perkim Kaltara dan Satker PBL, 2018

Perbanyak RTHKP Untuk Minimalisir Penurunan Kualitas Lingkungan

SUARA KALTARA
Humas Provinsi Kaltara
ESTETIKA : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie didamping istrinya, Hj Rita Ratina pada peresmian Taman Tepian Kaltara Abadi, baru-baru ini.


SUARAKALTARA.COM - TANJUNG SELOR  Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie memastikan bahwa setiap daerah di provinsi termuda di Indonesia, akan memperhatikan keseimbangan antara perkembangan juga pertumbuhan kota atau perkotaannya dengan alih fungsi lahan yang pesat dengan kelestarian lingkungan. 

Diakui Gubernur, dalam upaya mengencarkan pembangunan di Kaltara, ada dampak yang ditimbulkan. 

Salah satunya, penurunan kualitas lingkungan hidup. Penurunan kualitas lingkungan hidup inilah yang menjadi concern kita. Dengan kata lain, kerusakan lingkungan yang terjadi akibat derap pembangunan, diupayakan tidak menimbulkan penurunan daya dukung lahan yang drastis sehingga tetap mampu menopang kehidupan masyarakat, urai Gubernur.

Salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara untuk menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan itu, adalah melalui penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang memadai. Dari itu, di setiap daerah di Kaltara, saya menginginkan ada RTH untuk publik yang memiliki berbagai manfaat baik, serta menambah estetika kota, ungkap Irianto.

Penyediaan RTH maupun ruang terbuka publik untuk kawasan perkotaan di Kaltara, menurut Irianto, berpedoman kepada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 1 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan (RTHKP). Adapun tujuan penataan RTHKP, di antaranya menjaga keserasian dan keseimbangan ekosistem lingkungan perkotaan, mewujudkan keseimbangan antara lingkungan alam dan lingkungan buatan di perkotaan, dan meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan yang sehat, indah, bersih dan nyaman. Setiap RTHKP itu memiliki beberapa fungsi, bukan sekedar ruang publik atau taman saja. Tapi, juga berperan sebagai pengaman keberadaan kawasan lindung perkotaan, pengendali pencemaran dan kerusakan tanah, air dan udara, tempat perlindungan plasma nuftah dan keanekaragaman hayati, pengendali tata air, dan sarana estetika kota, jelas Gubernur.

Penyediaan RTHKP di Kaltara yang diusulkan Pemprov Kaltara, mendapat dukungan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dikerjakan Satuan Kerja (Satker) dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). 

Adapun RTHKP yang sudah terealisasi itu, yakni Taman Berlabuh (2016) dan Taman Bertuah (2018) di Kota Tarakan. Lalu, RTP Aji Kuning di Sebatik dan RTHKP Kawasan Alun-Alun Kabupaten Nunukan (2018), dan teranyar Taman Tepian Kaltara Abadi di Tanjung Selor, Bulungan yang diresmikan oleh Gubernur pada 23 April lalu atau bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-5 Provinsi Kaltara. Saya berharap, setelah pengelolaan RTHKP yang sudah dibangun ini diserahkan kepada pemerintah kabupaten atau kota, maka taman atau ruang terbuka publik ini harus dijaga dengan baik, bahkan profesional, ungkap Irianto.

Gubernur pun memastikan bahwa untuk penyediaan lahan bagi pembangunan RTHKP itu, Pemprov bersama Pemerintah Kabupaten dan Kota se Kaltara siap untuk merealisasikannya. Sebagaimana harapan Kementerian PUPR, lahan untuk RTHKP akan disediakan pemerintah daerah. Dan, Kaltara siap melakukannya, papar Gubernur.

Penyediaan ruang terbuka ini, juga upaya Gubernur untuk memenuhi amanat Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 17/PRT/M/2009 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota. Didalam peraturan menteri ini ditegaskan bahwa setiap kota harus memiliki ruang terbuka hijau minimal 30 persen dari luas kota.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim) mengusulkan penambahan sejumlah fasilitas Ruang Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan (RTHKP) di Kaltara kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Kemenpupera). Disebutkan Gubernur, dari laporan DPUPR-Perkim, ada 2 rencana RTHKP yang akan diusulkan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Kemenpupera). 

Yakni, rencana RTHKP yang diusulkan tahun ini, adalah RTHKP Taman Aki Balak yang terletak di Kecamatan Tarakan Barat, Kota Tarakan. Dijelaskan Irianto, untuk penganggarannya diusulkan menggunakan anggaran kegiatan pembangunan di Karang Unarang yang tak bisa dikerjakan tahun ini. Besaran anggarannya sekitar Rp 10 miliar. Dana ini, menurut analisa teknisnya, cukup untuk melakukan penataan kawasan Aki Balak (termasuk pembangunan Taman Aki Balak), urai Irianto.

Adapun luasan kawasan yang akan ditata itu, luasnya sekitar 10 ribu meter persegi. Pemprov sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Tarakan, terkait status lahannya. Dan, insya Allah lahan dapat tersedia sebagaimana yang diharapkan. Selanjutnya, tinggal memperjuangkan anggarannya, dengan mengusulkan revisi anggaran kegiatan di Karang Unarang tadi, beber Gubernur. Selain itu, di Tarakan juga bakal diusulkan penataan lingkungan Jalan Mulawaran dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp 15 miliar, dan perluasan Taman Berlabuh di Jalan Yos Sudarso.

Pemprov juga mengusulkan pembangunan RTHKP di Kabupaten Bulungan. Yaitu, RTHKP Taman Kota Bunda Hayati di Kecamatan Tanjung Selor. Usulan anggarannya kita upayakan di 2019 melalui APBN. Taman itu, dalam pengembangannya nanti akan menggunakan konsep yang sudah direncanakan sejak 2 tahun lalu, urai Irianto.

Konsepnya, berupa taman untuk berwisata juga berolahraga bagi masyarakat. Didalam Taman Kota Bunda Hayati akan disediakan jogging track berstandar internasional. Impiannya, didalam taman kota itu, dapat digelar event internasional lomba lari 10 K. Fasilitas lainnya, adalah penyediaan Free Wifi (Wireless Fidelity), ulas Gubernur. Dengan digelarnya event tadi, diharapkan ada pendapatan daerah diperoleh.

Selain Tarakan dan Bulungan, usulan serupa bagi Kabupaten Malinau dan Tana Tidung juga sudah disampaikan Pemprov kepada kementerian terkait. Dirjen (Direktur Jenderal) Cipta Karya telah menjanjikan, kemungkinan tahun depan akan dialokasikan. Tapi, yang paling cepat, setelah revisi anggaran nanti, adalah penataan kawasan Aki Balak. Dan, harus diingat, semuanya melalui tahap-tahapan, urainya.(humas)


PROGRAM RTHKP SUMBER APBN DI KALTARA
1. Pembangunan Taman Berlabuh, Kota Tarakan
- Diresmikan Desember 2016
- Total anggaran Rp 5 miliar
- Luas lahan sekitar 3 hektare

2. Pembangunan Taman Bertuah, Kota Tarakan
- Diresmikan Gubernur Kaltara 6 April 2018
- Luas lahan sekitar 500 meter persegi
- Kebutuhan anggaran Rp 3 miliar
- Telah digunakan sekitar Rp 500 juta 
- 2019, diusulkan penambahan anggaran Rp 2,5 miliar

3. RTHKP Aji Kuning, Sebatik, Kabupaten Nunukan
- Diresmikan Gubernur Kaltara 7 April 2018
- Luas lahan penanganan 6.772 meter persegi
- Luas Lapangan 4.836 meter persegi
- Total anggaran Rp 486 juta

4. RTHKP Taman Tepian Kaltara Abadi, Kabupaten Bulungan
- Diresmikan Gubernur Kaltara 23 April 2018
- Luasan 600 meter x 20 meter
- Total anggaran Rp 14,6 miliar

USULAN PROGRAM RTHKP SUMBER APBN DI KALTARA
1. Penataan Kawasan Aki Balak, Kota Tarakan
- Diusulkan Rp 10 miliar pada 2018
2. Penataan Lingkungan Jalan Mulawaran, Kota Tarakan
- Diusulkan Rp 15 miliar pada 2019
3. RTHKP Taman Kota Bunda Hayati, Kabupaten Bulungan
- Direncanakan diusulkan pada 2019
4. RTHKP di Malinau dan KTT

Sumber : DPUPR-Perkim Kaltara dan Satker PBL, 2018

No comments