Social Items

Rapat Paripurna DPR RI


SUARAKALTARA.COM - JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia kembali menggelar rapat paripurna pada masa persidangan IV tahun sidang 2017-2018. Rapat tersebut digelar di Ruang Paripurna, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/4).

Rapat dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan, serta dihadiri oleh pimpinan lainnya seperti Ketua DPR Bambang Soesatyo dan wakil ketua lainnya yaitu Agus Hermanto, Fadli Zon dan Utut Adianto. 

jumlah anggota yang hadir sebanyak 290 anggota, sedangkan yang tidak hadir 218 orang dan 50 anggota izin. Rapat sendiri dimulai pukul 11.20 WIB.

Terdapat beberapa agenda yang akan dibahas dalam rapat, yakni penyampaian ikhtisar hasil pemeriksaan dan laporan hasil pemeriksaan semester II tahun 2017 oleh BPK RI, hingga penetapan calon Gubernur BI dan calon Deputi BI.

"Hari ini rapat paripuna salah satunya akan mengesahkan fit and proper test calon Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo dan Gubernur BI yang baru yaitu Perry Warjiyo," kata Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan. 

Nantinya, setelah disahkan, Taufik berharap agar situasi ekonomi Indonesia bisa dapat diperbaiki untuk lebih baik lagi. 

"Kami berharap untuk di situasi ekonomi global yang masih belum bersahabat ini, apalagi sekarang dihadapkan pada situasi potensi terjadinya perang dagang antara RRC dengan Amerika, dan kecenderungan nilai tukar rupiah yang semakin labil sangat labil sekali," ujarnya. 

"Kami berharap kinerja dari deputi Gubernur BI dan Gubernur BI sendiri untuk bagaimana menempatkan fundamental rupiah secara kuat, dengan menguat pula jangan melupakan potensi ekonomi mikro yang ada di situ," pungkas Taufik.

Selanjutnya Perry akan dilantik oleh Mahkamah Agung pada 23 Mei 2018 menggantikan Agus Martowardojo. 

Dalam 5 tahun ke depan, pihaknya akan mendorong stabilitas dan pertumbuhan ekonomi. Untuk itu, Perry juga akan menjalankan tujuh kebijakan strategisnya, antara lain efektivitas kebijakan moneter akan diperkuat untuk pengendalian inflasi dan stabilitas nilai tukar, relaksasi kebijakan makroprudensial, dan pendalaman pasar keuangan serta pembiayaan infrastruktur. 

Usai ditetapkan sebagai Gubernur BI, Perry mengatakan, pihaknya akan meneruskan kebijakan yang telah dilakukan Agus. Selain itu juga akan meneruskan pengajuan penyederhanaan rupiah atau redenominasi. 

"Selama ini Pak Agus sudah kami rumuskan dan sampaikan ke pemerintah. Kami akan menunggu arahan dan kebijakan pemerintah," ujar Perry di Gedung DPR RI. 

Menurut dia, selama ini materi dan kajian terkait redenominasi telah dirumuskan oleh bank sentral. Pihaknya menunggu persetujuan pemerintah untuk diajukan sebagai Undang-undang ke DPR. 

"Bahan dan masukan bahan sudah kami rumuskan," katanya. 

Rencana redenominasi terakhir muncul pada tahun lalu. Namun hal tersebut mentok di pemerintah. Untuk melaksanakan redenominasi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, mulai dari indikator makroekonomi harus membaik dan stabil, seperti laju inflasi, nilai tukar rupiah, pertumbuhan ekonomi, cadangan devisa, dan indikasi lainnya. (NM/FK/KB)

Sumber : Kumparan

Perry Warjiyo Ditetapkan Menjadi Calon Gubernur BI Pada Rapat Paripurna DPR RI.

SUARA KALTARA
Rapat Paripurna DPR RI


SUARAKALTARA.COM - JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia kembali menggelar rapat paripurna pada masa persidangan IV tahun sidang 2017-2018. Rapat tersebut digelar di Ruang Paripurna, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/4).

Rapat dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan, serta dihadiri oleh pimpinan lainnya seperti Ketua DPR Bambang Soesatyo dan wakil ketua lainnya yaitu Agus Hermanto, Fadli Zon dan Utut Adianto. 

jumlah anggota yang hadir sebanyak 290 anggota, sedangkan yang tidak hadir 218 orang dan 50 anggota izin. Rapat sendiri dimulai pukul 11.20 WIB.

Terdapat beberapa agenda yang akan dibahas dalam rapat, yakni penyampaian ikhtisar hasil pemeriksaan dan laporan hasil pemeriksaan semester II tahun 2017 oleh BPK RI, hingga penetapan calon Gubernur BI dan calon Deputi BI.

"Hari ini rapat paripuna salah satunya akan mengesahkan fit and proper test calon Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo dan Gubernur BI yang baru yaitu Perry Warjiyo," kata Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan. 

Nantinya, setelah disahkan, Taufik berharap agar situasi ekonomi Indonesia bisa dapat diperbaiki untuk lebih baik lagi. 

"Kami berharap untuk di situasi ekonomi global yang masih belum bersahabat ini, apalagi sekarang dihadapkan pada situasi potensi terjadinya perang dagang antara RRC dengan Amerika, dan kecenderungan nilai tukar rupiah yang semakin labil sangat labil sekali," ujarnya. 

"Kami berharap kinerja dari deputi Gubernur BI dan Gubernur BI sendiri untuk bagaimana menempatkan fundamental rupiah secara kuat, dengan menguat pula jangan melupakan potensi ekonomi mikro yang ada di situ," pungkas Taufik.

Selanjutnya Perry akan dilantik oleh Mahkamah Agung pada 23 Mei 2018 menggantikan Agus Martowardojo. 

Dalam 5 tahun ke depan, pihaknya akan mendorong stabilitas dan pertumbuhan ekonomi. Untuk itu, Perry juga akan menjalankan tujuh kebijakan strategisnya, antara lain efektivitas kebijakan moneter akan diperkuat untuk pengendalian inflasi dan stabilitas nilai tukar, relaksasi kebijakan makroprudensial, dan pendalaman pasar keuangan serta pembiayaan infrastruktur. 

Usai ditetapkan sebagai Gubernur BI, Perry mengatakan, pihaknya akan meneruskan kebijakan yang telah dilakukan Agus. Selain itu juga akan meneruskan pengajuan penyederhanaan rupiah atau redenominasi. 

"Selama ini Pak Agus sudah kami rumuskan dan sampaikan ke pemerintah. Kami akan menunggu arahan dan kebijakan pemerintah," ujar Perry di Gedung DPR RI. 

Menurut dia, selama ini materi dan kajian terkait redenominasi telah dirumuskan oleh bank sentral. Pihaknya menunggu persetujuan pemerintah untuk diajukan sebagai Undang-undang ke DPR. 

"Bahan dan masukan bahan sudah kami rumuskan," katanya. 

Rencana redenominasi terakhir muncul pada tahun lalu. Namun hal tersebut mentok di pemerintah. Untuk melaksanakan redenominasi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, mulai dari indikator makroekonomi harus membaik dan stabil, seperti laju inflasi, nilai tukar rupiah, pertumbuhan ekonomi, cadangan devisa, dan indikasi lainnya. (NM/FK/KB)

Sumber : Kumparan

No comments