Social Items

Team Ekspedisi Kalimantan Utara Dalam memperingati Hari Bumi dengan mengangkat Tiga Sosok Inspirasi Dari Pulau Bunyu 


SUARAKALTARA. COM - BUNYU - Team Ekspedisi Kalimantan Utara memperingati Hari Bumi dengan mengangkat sosok pejuang lingkungan lokal yang berada di Pulau Bunyu Kalimantan Utara (22 April 2018). 

Peringatan Hari Bumi kali ini  mengangkat sosok-sosok inspirasi yang selalu menjaga dan melestarikan bumi yang ada disekitarnya. 

Beliau-beliaulah yang selalu bekerja sehari-harinya dalam mengelolah hasil bumi secara sistem tradisional dan organik yang mereka selalu edukasikan kemasyarakat sekitar mereka.

M. Abrar Putra Siregar selaku Ketua Ekspedisi Kalimantan Utara menjelaskan Hari Bumi kali ini mengangkan tema Terus Berinovasi Untuk Lingkungan Yang Asri. 

Tema tersebut mengangkat tiga sosok inspirasi dari pulau kecil terluar indonesia yaitu di Pulau Bunyu. Dimana keseharian beliau-beliau lah yang selalu menjadi sorotan masyarakat untuk berbuat dan menjaga bumi agar tetap terjaga keseimbangan ekosistemnya. 

Bapak Suprapto

Bapak Suprapto sebagai ketua Bank Sampah Permataku dan Pengurus Pertanian Hidroponik Pulau Bunyu yang seharinya mengkordinir kegiatan bank sampah permataku dari berbagai ancaman tumpukan sampah yang ada disekitar lingkungannya dan beliau juga dibantu oleh 2 rekan kerjanya untuk mengelolah hasil sampah organik menjadi bahan pembuatan pupuk padat organik. Beliau juga bergerak di Pertanian Hidroponik tidak henti-hentinya selalu mengedukasi pertanian hidroponik melalui program Kampung Hijau yang dilakukan oleh PT. Pertamina EP Asset 5 Bunyu Field. 

Salah satu Inovasi yang dilakukan beliau yaitu menggantikan nutrisi utama pada larutan hidroponik yaitu nutrisi AB Mixmenjadi nutrisi organik dari bahan baku buah-buahan busuk diolah menjadi nutrisi organik pada larutan hidroponik dimana larutan tersebut dapat memperkaya sumber nutrisi makro dan mikro tanaman hidroponik.

M. Lahudin

Berikutnya sosok pemuda yang giat untuk menghidupin kebutuhan keluarganya yaitu M. Lahudin yang sangat giat untuk bertani dengan cara sistem pertanian tradisional. Beliau juga memanfaatkan bahan baku sekitarnya dalam mengelolah lahan pertanian miliknya. M. Lahudin juga selalu berinovasi dalam pengembangan teknik budidaya tanaman khususnya pertanian organik beliau telah menjadikan lahan marjinal yang tidak layak untuk bertani menjadi lahan produktif. Dan akhirnya beliau telah menghasilkan berbagai tanaman seperti tanaman cabai, labu madu, labu siam, tomat dan lain-lain, beliau juga menjelaskan bahwa bila kita bertani terapkanlah sisitem pertanian yang ramah lingkungan agar tetap mikroba atau unsur tanah dalam tanaman tetap terjaga.

Ibu Nani

Srikandi dari Pulau Bunyu yang terakhir yaitu ibu Nani yang selalu semangat ketika melihat potensi lokal yang kurang dimanfaatkan, ibu nani adalah seorang pengembangan usaha UMKM di Pulau Punyu beliau telah menjadi sosok yang inspirasi di Pulau tersebut dimana beliau selalu menjadi pelatih di daerahnya untuk meningkatkan perekonomian daerahnya dengan melalui UMKM yang beliau bentuk dengan berbagai aneka pengolahan makanan olahan dari potensi lokal yang dimiliki di Pulau Bunyu seperti kekayaan lautnya. Salah satu olahan makanan yang menjadi ciri khas dari produk beliau yaitu Empek-Empek Bunyu, Amplang Bunyu dan lain-lain sebaginya.(Abr/SY)

Tiga Sosok Inspirasi dari Pulau Bunyu Dalam Rangka Memperingati Hari Bumi

SUARA KALTARA
Team Ekspedisi Kalimantan Utara Dalam memperingati Hari Bumi dengan mengangkat Tiga Sosok Inspirasi Dari Pulau Bunyu 


SUARAKALTARA. COM - BUNYU - Team Ekspedisi Kalimantan Utara memperingati Hari Bumi dengan mengangkat sosok pejuang lingkungan lokal yang berada di Pulau Bunyu Kalimantan Utara (22 April 2018). 

Peringatan Hari Bumi kali ini  mengangkat sosok-sosok inspirasi yang selalu menjaga dan melestarikan bumi yang ada disekitarnya. 

Beliau-beliaulah yang selalu bekerja sehari-harinya dalam mengelolah hasil bumi secara sistem tradisional dan organik yang mereka selalu edukasikan kemasyarakat sekitar mereka.

M. Abrar Putra Siregar selaku Ketua Ekspedisi Kalimantan Utara menjelaskan Hari Bumi kali ini mengangkan tema Terus Berinovasi Untuk Lingkungan Yang Asri. 

Tema tersebut mengangkat tiga sosok inspirasi dari pulau kecil terluar indonesia yaitu di Pulau Bunyu. Dimana keseharian beliau-beliau lah yang selalu menjadi sorotan masyarakat untuk berbuat dan menjaga bumi agar tetap terjaga keseimbangan ekosistemnya. 

Bapak Suprapto

Bapak Suprapto sebagai ketua Bank Sampah Permataku dan Pengurus Pertanian Hidroponik Pulau Bunyu yang seharinya mengkordinir kegiatan bank sampah permataku dari berbagai ancaman tumpukan sampah yang ada disekitar lingkungannya dan beliau juga dibantu oleh 2 rekan kerjanya untuk mengelolah hasil sampah organik menjadi bahan pembuatan pupuk padat organik. Beliau juga bergerak di Pertanian Hidroponik tidak henti-hentinya selalu mengedukasi pertanian hidroponik melalui program Kampung Hijau yang dilakukan oleh PT. Pertamina EP Asset 5 Bunyu Field. 

Salah satu Inovasi yang dilakukan beliau yaitu menggantikan nutrisi utama pada larutan hidroponik yaitu nutrisi AB Mixmenjadi nutrisi organik dari bahan baku buah-buahan busuk diolah menjadi nutrisi organik pada larutan hidroponik dimana larutan tersebut dapat memperkaya sumber nutrisi makro dan mikro tanaman hidroponik.

M. Lahudin

Berikutnya sosok pemuda yang giat untuk menghidupin kebutuhan keluarganya yaitu M. Lahudin yang sangat giat untuk bertani dengan cara sistem pertanian tradisional. Beliau juga memanfaatkan bahan baku sekitarnya dalam mengelolah lahan pertanian miliknya. M. Lahudin juga selalu berinovasi dalam pengembangan teknik budidaya tanaman khususnya pertanian organik beliau telah menjadikan lahan marjinal yang tidak layak untuk bertani menjadi lahan produktif. Dan akhirnya beliau telah menghasilkan berbagai tanaman seperti tanaman cabai, labu madu, labu siam, tomat dan lain-lain, beliau juga menjelaskan bahwa bila kita bertani terapkanlah sisitem pertanian yang ramah lingkungan agar tetap mikroba atau unsur tanah dalam tanaman tetap terjaga.

Ibu Nani

Srikandi dari Pulau Bunyu yang terakhir yaitu ibu Nani yang selalu semangat ketika melihat potensi lokal yang kurang dimanfaatkan, ibu nani adalah seorang pengembangan usaha UMKM di Pulau Punyu beliau telah menjadi sosok yang inspirasi di Pulau tersebut dimana beliau selalu menjadi pelatih di daerahnya untuk meningkatkan perekonomian daerahnya dengan melalui UMKM yang beliau bentuk dengan berbagai aneka pengolahan makanan olahan dari potensi lokal yang dimiliki di Pulau Bunyu seperti kekayaan lautnya. Salah satu olahan makanan yang menjadi ciri khas dari produk beliau yaitu Empek-Empek Bunyu, Amplang Bunyu dan lain-lain sebaginya.(Abr/SY)

No comments