Social Items

Biodiversity Warriors : M.Abrar Putra Siregar  Saat Memberikan Talkshow Lingkungan Pada Hari Keanekaragaman Hayati Se-dunia (The International Day for Biological Diversity; IBD) Bertempat Di Ruang Pertemuan PKK Walikota Tarakan (22/5)


SUARAKALTARA.COM - TARAKAN - Hari Internasional untuk Keanekaragaman Hayati atau Hari Keanekaragaman Hayati Se-dunia (The International Day for Biological Diversity; IBD) merupakan salah satu hari perayaan lingkungan hidup yang bertujuan untuk menumbuh kembangkan kecintaan seluruh penduduk bumi terhadap keanekaragaman hayati atau biodiversitas (biodiversity). The International Day for Biological Diversity diperingati setiap tanggal 22 Mei.

Pada Hari Internasional untuk Keanekaragaman Hayati tahun 2018 tema yang digunakan adalah “Celebrating 25 Years of Action for Biodiversity”. Kita ketahui Indonesia adalah salah satu negara dengan kekayaan hayati tertinggi di dunia. Sesuatu yang bisa kita banggakan saat ini. Namun, semua ada batasnya ketika kita tidak selalu mempopulerkan atau melestarikan keanekaragaman hayati tersebut.

Biodiversity Warriors - Yayasan KEHATI juga menyelenggarakan capture nature (capnature) atau geledah keanekaragaman hayati secara serentak di seluruh kota di Indonesia, salah satunya adalah Jakarta, Samarinda, Tarakan, Pontianak, Lampung, Kuningan, Padang, Malang, Banda Aceh, Bogor dan Tarakan,  pada 22 Mei 2018. Dalam kegiatan ini, para anggota komunitas Biodiversity Warriors dan warga di masing-masing kota bersama-sama turun ke lokasi pengamatan untuk mengenal, mendata, mendokumentasikan, dan memopulerkan keanekaragaman hayati di kotanya.


Kegiatan ini juga didukung oleh komunitas-komunitas Kota Tarakan yang ikut serta menyelenggarakan kegiatan ini seperti Komunitas Bebas Sampah, Ekspedisi Kaltara, Himabio UBT, Gerakan Petani Muda Tarakan, Fakultas Hukum, Agroteknologi UBT, WWF Kalimantan Utara, OPOB Tarakan, Observasi Pulau Sadau, Indorunner, BMCC UBT, Ikatan Pencinta Alam UBT, Genbi Kaltara dan Apmi Kaltara.

M. Abrar Putra Siregar selaku Biodiversity Warriors Kalimantan Utara menjelaskan ''kegiatan ini pertama kali dilaksanakan di Kalimantan Utara, titik potensi yang kita lakukan kegiatan di Hutan Kota Sawah Luntoh – Skip, Kota Tarakan dengan mengangkat potensi pemanfaatan hutan non kayu yaitu dengan memanfaatkan budidaya lebah kelulut jenis Trigona Sp''.Ujarnya.

Dalam Kegiatan Biodiversity Warriors Ini Di hadiri pemateri dari UPT. KPH Tarakan Bapak Hasdar, S Hut dan Bapak Megita Aditiyanto S. Hut. Beliau menjelaskan "pemanfaatan hutan non kayu ini dapat kita manfaatkan sebagai peluang usaha dan juga ikut serta menyeimbangkan habitat ekosistem hutan tersebut. Salah satu pelung yang dapat kita manfaatkan yaitu dengan cara budidaya madu kelulut".Ujarnya 

Salah Satu Peserta Dalam Kegiatan Biodiversity Warriors ini Mengatakan "walaupun Kegiatan Biodiversity Warriors ini dilaksanakan di bulan Puasa Suci Ramadhan alhamdulilah tidak ada hambatan untuk kita sama-sama belajar mengenal lebih jauh potensi hutan tersebut. Dan saya harap kegiatan-kegiatan seperti ini dapat mengembangkan minat teman-teman untuk lebih mengenal dan peduli dengan keanekaragaman hayati yang ada di kota tarakan dengan cara mempepulerkan flaura dan fauna khas kota tarakan'' Ucap Ridho Ashadi dari Komunitas Bebas Sampah kota Tarakan

Selain mendata dan  mendokumentasikan keanekaragaman Hayati yang ada di Hutan Sawah Luntoh – Skip. Biodiversity Warriors Kalimantan Utara juga menggelar Talkshow lingkungan dan Salam Komunitas. Dalam Talkshow lingkungan dan Salam Komunitas ini Mengajak Peserta  berdiskusi tentang lingkungan yang ada di sekitar kita bagaimana untuk selalu menjaga dan melestaraikan lingkungan tersebut. 

Kegiatan Hari Keanekaragaman Hayati ditutup dengan buka puasa dan sholat magrib bersama di Masjid Al-Isti’lal Kota Tarakan.(Abr)



1st Biodiversity Warriors - Yayasan KEHATI Menggelar Hari Keanekaragaman Hayati di Kota Tarakan, Kalimantan Utara

SUARA KALTARA
Biodiversity Warriors : M.Abrar Putra Siregar  Saat Memberikan Talkshow Lingkungan Pada Hari Keanekaragaman Hayati Se-dunia (The International Day for Biological Diversity; IBD) Bertempat Di Ruang Pertemuan PKK Walikota Tarakan (22/5)


SUARAKALTARA.COM - TARAKAN - Hari Internasional untuk Keanekaragaman Hayati atau Hari Keanekaragaman Hayati Se-dunia (The International Day for Biological Diversity; IBD) merupakan salah satu hari perayaan lingkungan hidup yang bertujuan untuk menumbuh kembangkan kecintaan seluruh penduduk bumi terhadap keanekaragaman hayati atau biodiversitas (biodiversity). The International Day for Biological Diversity diperingati setiap tanggal 22 Mei.

Pada Hari Internasional untuk Keanekaragaman Hayati tahun 2018 tema yang digunakan adalah “Celebrating 25 Years of Action for Biodiversity”. Kita ketahui Indonesia adalah salah satu negara dengan kekayaan hayati tertinggi di dunia. Sesuatu yang bisa kita banggakan saat ini. Namun, semua ada batasnya ketika kita tidak selalu mempopulerkan atau melestarikan keanekaragaman hayati tersebut.

Biodiversity Warriors - Yayasan KEHATI juga menyelenggarakan capture nature (capnature) atau geledah keanekaragaman hayati secara serentak di seluruh kota di Indonesia, salah satunya adalah Jakarta, Samarinda, Tarakan, Pontianak, Lampung, Kuningan, Padang, Malang, Banda Aceh, Bogor dan Tarakan,  pada 22 Mei 2018. Dalam kegiatan ini, para anggota komunitas Biodiversity Warriors dan warga di masing-masing kota bersama-sama turun ke lokasi pengamatan untuk mengenal, mendata, mendokumentasikan, dan memopulerkan keanekaragaman hayati di kotanya.


Kegiatan ini juga didukung oleh komunitas-komunitas Kota Tarakan yang ikut serta menyelenggarakan kegiatan ini seperti Komunitas Bebas Sampah, Ekspedisi Kaltara, Himabio UBT, Gerakan Petani Muda Tarakan, Fakultas Hukum, Agroteknologi UBT, WWF Kalimantan Utara, OPOB Tarakan, Observasi Pulau Sadau, Indorunner, BMCC UBT, Ikatan Pencinta Alam UBT, Genbi Kaltara dan Apmi Kaltara.

M. Abrar Putra Siregar selaku Biodiversity Warriors Kalimantan Utara menjelaskan ''kegiatan ini pertama kali dilaksanakan di Kalimantan Utara, titik potensi yang kita lakukan kegiatan di Hutan Kota Sawah Luntoh – Skip, Kota Tarakan dengan mengangkat potensi pemanfaatan hutan non kayu yaitu dengan memanfaatkan budidaya lebah kelulut jenis Trigona Sp''.Ujarnya.

Dalam Kegiatan Biodiversity Warriors Ini Di hadiri pemateri dari UPT. KPH Tarakan Bapak Hasdar, S Hut dan Bapak Megita Aditiyanto S. Hut. Beliau menjelaskan "pemanfaatan hutan non kayu ini dapat kita manfaatkan sebagai peluang usaha dan juga ikut serta menyeimbangkan habitat ekosistem hutan tersebut. Salah satu pelung yang dapat kita manfaatkan yaitu dengan cara budidaya madu kelulut".Ujarnya 

Salah Satu Peserta Dalam Kegiatan Biodiversity Warriors ini Mengatakan "walaupun Kegiatan Biodiversity Warriors ini dilaksanakan di bulan Puasa Suci Ramadhan alhamdulilah tidak ada hambatan untuk kita sama-sama belajar mengenal lebih jauh potensi hutan tersebut. Dan saya harap kegiatan-kegiatan seperti ini dapat mengembangkan minat teman-teman untuk lebih mengenal dan peduli dengan keanekaragaman hayati yang ada di kota tarakan dengan cara mempepulerkan flaura dan fauna khas kota tarakan'' Ucap Ridho Ashadi dari Komunitas Bebas Sampah kota Tarakan

Selain mendata dan  mendokumentasikan keanekaragaman Hayati yang ada di Hutan Sawah Luntoh – Skip. Biodiversity Warriors Kalimantan Utara juga menggelar Talkshow lingkungan dan Salam Komunitas. Dalam Talkshow lingkungan dan Salam Komunitas ini Mengajak Peserta  berdiskusi tentang lingkungan yang ada di sekitar kita bagaimana untuk selalu menjaga dan melestaraikan lingkungan tersebut. 

Kegiatan Hari Keanekaragaman Hayati ditutup dengan buka puasa dan sholat magrib bersama di Masjid Al-Isti’lal Kota Tarakan.(Abr)



No comments