Social Items

Ghina Arrifah, mahasiswi Universitas Negeri Yogyakarta yang akan mengikuti Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) 2018 di Bangkok, Thailand.


SUARAKALTARA. COM - Nunukan - Ghina Arrifah, mahasiswi Universitas Negeri Yogyakarta yang akan mengikuti Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) 2018 di Bangkok, Thailand pada tanggal 9 hingga 12 November 2018 mendatang. 

Mahasiswi jurusan Pendidikan Luar Biasa ini adalah salah satu delegasi Indonesia yang terpilih dari belasan ribu pendaftar dari seluruh penjuru dunia.

AYIMUN 2018 sendiri adalah konferensi skala internasional tahunan yang diselenggarakan oleh International Global Network. AYIMUN merupakan kompetisi simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang diadakan oleh Internasional Global Network dan bertujuan untuk memperkenalkan kepada pemuda dari seluruh dunia tentang bagaimana PBB bekerja. 

Kegiatan ini bertujuan memberi manfaat kepada pemuda dunia untuk meningkatkan kemampuan diplomasi, negosiasi, public speaking, dan melatih cara berpikir kritis terhadap isu-isu global, termasuk kemampuan untuk menyelesaikan permasalahan internasional.

Ghina, begitu sapaannya, memang memiliki ketertarikan pada pendidikan disabilitas dan perdamaian dunia. Minat permasalahan tersebut cocok dengan Model United Nations (MUN) yang mengangkat tema “Pursuing Global Peace Through Diplomacy”.

Kemampuan berbahasa Inggris, rasa kepedulian sosial, serta keinginan untuk berkontribusi dalam penyelesaian permasalahan dunia-lah yang menjadi modal saat mengikuti pendaftaran AYIMUN 2018. 

“Saya harap setelah ini banyak pemuda Kalimantan Utara, khususnya Nunukan terinspirasi untuk mengikuti kegiatan internasional dan menimba ilmu lebih banyak dari networking. Karena semakin luas kita mengeksplorasi perbedaan yang ada di penjuru dunia, maka semakin luas (lapang) pula pikiran dan hati kita”, ujar Ghina.


Keikutsertaan Ghina dalam AYIMUN 2018 ini membawa manfaat bukan hanya untuk mengembangkan diri dalam diplomasi bagi dirinya saja, dengan ini Ghina juga turut berkontribusi dalam membuktikan bahwa Nunukan memiliki sumber daya manusia yang kompeten, respektif, dan adaptif. 

Selain itu, AYIMUN akan mengadakan Cultural Night atau Malam Kebudayaan, dimana para delegasi akan memakai baju adat dan mengenalkan tradisi daerah masing- masing. Ghina secara langsung berkesempatan untuk memamerkan budaya dan tradisi daerah Nunukan di forum Internasional tersebut. (RDJ/Diskominfotik Kab.Nunukan)

Ghina Arrifah, Akan Tampilkan Budaya Dan Tradisi Daerah Nunukan Di Konferensi Internasional (AYIMUN) 2018

SUARA KALTARA
Ghina Arrifah, mahasiswi Universitas Negeri Yogyakarta yang akan mengikuti Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) 2018 di Bangkok, Thailand.


SUARAKALTARA. COM - Nunukan - Ghina Arrifah, mahasiswi Universitas Negeri Yogyakarta yang akan mengikuti Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) 2018 di Bangkok, Thailand pada tanggal 9 hingga 12 November 2018 mendatang. 

Mahasiswi jurusan Pendidikan Luar Biasa ini adalah salah satu delegasi Indonesia yang terpilih dari belasan ribu pendaftar dari seluruh penjuru dunia.

AYIMUN 2018 sendiri adalah konferensi skala internasional tahunan yang diselenggarakan oleh International Global Network. AYIMUN merupakan kompetisi simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang diadakan oleh Internasional Global Network dan bertujuan untuk memperkenalkan kepada pemuda dari seluruh dunia tentang bagaimana PBB bekerja. 

Kegiatan ini bertujuan memberi manfaat kepada pemuda dunia untuk meningkatkan kemampuan diplomasi, negosiasi, public speaking, dan melatih cara berpikir kritis terhadap isu-isu global, termasuk kemampuan untuk menyelesaikan permasalahan internasional.

Ghina, begitu sapaannya, memang memiliki ketertarikan pada pendidikan disabilitas dan perdamaian dunia. Minat permasalahan tersebut cocok dengan Model United Nations (MUN) yang mengangkat tema “Pursuing Global Peace Through Diplomacy”.

Kemampuan berbahasa Inggris, rasa kepedulian sosial, serta keinginan untuk berkontribusi dalam penyelesaian permasalahan dunia-lah yang menjadi modal saat mengikuti pendaftaran AYIMUN 2018. 

“Saya harap setelah ini banyak pemuda Kalimantan Utara, khususnya Nunukan terinspirasi untuk mengikuti kegiatan internasional dan menimba ilmu lebih banyak dari networking. Karena semakin luas kita mengeksplorasi perbedaan yang ada di penjuru dunia, maka semakin luas (lapang) pula pikiran dan hati kita”, ujar Ghina.


Keikutsertaan Ghina dalam AYIMUN 2018 ini membawa manfaat bukan hanya untuk mengembangkan diri dalam diplomasi bagi dirinya saja, dengan ini Ghina juga turut berkontribusi dalam membuktikan bahwa Nunukan memiliki sumber daya manusia yang kompeten, respektif, dan adaptif. 

Selain itu, AYIMUN akan mengadakan Cultural Night atau Malam Kebudayaan, dimana para delegasi akan memakai baju adat dan mengenalkan tradisi daerah masing- masing. Ghina secara langsung berkesempatan untuk memamerkan budaya dan tradisi daerah Nunukan di forum Internasional tersebut. (RDJ/Diskominfotik Kab.Nunukan)

No comments