Social Items



SUARAKALTARA. COM - TARAKAN - Gabungan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Peduli Rupiah (GEMPAR), Kembali mendatangi gedung DPRD Tarakan, Guna melakukan demo lanjutan, Setelah Senin (17/9/2018) kemarin melakukan demonstrasi, Yang berujung  Pembubaran secara paksa oleh aparat kepolisian.(20/9)

Dalam Aksi lanjutan mahasiswa ke kantor DPRD, Diterima langsung oleh, Ketua DPRD Tarakan, Salman Aradeng, Wakil ketua DPRD, Mudain ST dan beberapa anggota dewan lainnya.

Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Widyawan, Yang ditemui oleh awak media, Mengatakan, Terkait tuduhan adanya tindakan represif yang dilakukan oleh aparat keamanan pada saat demo mahasiswa pada hari Senin lalu, Dirinya mempersilahkan mahasiswa untuk melaporkan disertai bukti, Baik dari rekaman video, saksi, hasil visum ataupun photo," Sampai saat ini kami belum tahu, Yang mana mau dilaporkan oleh mahasiswa, Apakah photo yang mahasiswa yang mereka bawa tadi atau ada bukti yang lainnya, Karena ada beberapa yang mereka tuduhkan, Tadi kan ada juga menyebut soal status di medsos, Yang menyinggung membuat mahasiswa tersinggung," Pungkasnya

Yudistira juga menambahkan, Kalau memang ada bukti yang yang mengarah kepada pelanggaran hukum, Semua akan kita proses sesuai hukum yang berlaku dan berimbang, Waktu demo kemarin itukan juga ada mobil yang dirusak oleh oknum mahasiswa, kendaraan tersebut itu milik Polda Kaltara, Bukan milik Polres Tarakan, Semua akan kita panggil untuk mempertanggung jawabkannya, Baik berupa klarifikasi ataupun pertanggung jawaban secara hukum," Jelas Kapolres Tarakan ini. 

Sementara itu, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Alif Putra Pratama, Dihadapan wartawan menjelaskan, Dirinya sangat kecewa dengan tindakan represif oleh pihak kepolisian pada demo yang dilakukan oleh Gabungan Pemuda Peduli Rupiah (GEMPAR).

"Kami meminta kepada Kapolda dan Kapolres, supaya oknum  polisi yang melakukan  tindakan represif kepada kami di  proses secara hukum sampai tuntas, Untuk itu, kami meminta kepada Kapolda dan Kapolres, Untuk mempertanggung jawabkan atas tindakan bawahannya"Tegasnya

Sementara itu, Kami juga akan mengirimkan surat  dan ditembuskan ke Kapolri, Untuk mencopot Kapolda dan Kapolres, Bila mereka tidak mampu menghukum atau memberikan sangsi berat kepada bawahannya yang melakukan tindakan anarkis pada demo kemarin, Kami sudah mengumpulkan bukti-bukti baik berupa video ataupun photo oknum polisi tersebut, Ada dua oknum yang akan kami laporkan, Namun kami menunggu hasil visum dari rumah sakit," Tutup Ketua BEM UBT tersebut. 

Aliansi Gempar Kembali Turun Dan Menuntut Tindakan Represif Aparat Kepolisian

SUARA KALTARA


SUARAKALTARA. COM - TARAKAN - Gabungan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Peduli Rupiah (GEMPAR), Kembali mendatangi gedung DPRD Tarakan, Guna melakukan demo lanjutan, Setelah Senin (17/9/2018) kemarin melakukan demonstrasi, Yang berujung  Pembubaran secara paksa oleh aparat kepolisian.(20/9)

Dalam Aksi lanjutan mahasiswa ke kantor DPRD, Diterima langsung oleh, Ketua DPRD Tarakan, Salman Aradeng, Wakil ketua DPRD, Mudain ST dan beberapa anggota dewan lainnya.

Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Widyawan, Yang ditemui oleh awak media, Mengatakan, Terkait tuduhan adanya tindakan represif yang dilakukan oleh aparat keamanan pada saat demo mahasiswa pada hari Senin lalu, Dirinya mempersilahkan mahasiswa untuk melaporkan disertai bukti, Baik dari rekaman video, saksi, hasil visum ataupun photo," Sampai saat ini kami belum tahu, Yang mana mau dilaporkan oleh mahasiswa, Apakah photo yang mahasiswa yang mereka bawa tadi atau ada bukti yang lainnya, Karena ada beberapa yang mereka tuduhkan, Tadi kan ada juga menyebut soal status di medsos, Yang menyinggung membuat mahasiswa tersinggung," Pungkasnya

Yudistira juga menambahkan, Kalau memang ada bukti yang yang mengarah kepada pelanggaran hukum, Semua akan kita proses sesuai hukum yang berlaku dan berimbang, Waktu demo kemarin itukan juga ada mobil yang dirusak oleh oknum mahasiswa, kendaraan tersebut itu milik Polda Kaltara, Bukan milik Polres Tarakan, Semua akan kita panggil untuk mempertanggung jawabkannya, Baik berupa klarifikasi ataupun pertanggung jawaban secara hukum," Jelas Kapolres Tarakan ini. 

Sementara itu, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Alif Putra Pratama, Dihadapan wartawan menjelaskan, Dirinya sangat kecewa dengan tindakan represif oleh pihak kepolisian pada demo yang dilakukan oleh Gabungan Pemuda Peduli Rupiah (GEMPAR).

"Kami meminta kepada Kapolda dan Kapolres, supaya oknum  polisi yang melakukan  tindakan represif kepada kami di  proses secara hukum sampai tuntas, Untuk itu, kami meminta kepada Kapolda dan Kapolres, Untuk mempertanggung jawabkan atas tindakan bawahannya"Tegasnya

Sementara itu, Kami juga akan mengirimkan surat  dan ditembuskan ke Kapolri, Untuk mencopot Kapolda dan Kapolres, Bila mereka tidak mampu menghukum atau memberikan sangsi berat kepada bawahannya yang melakukan tindakan anarkis pada demo kemarin, Kami sudah mengumpulkan bukti-bukti baik berupa video ataupun photo oknum polisi tersebut, Ada dua oknum yang akan kami laporkan, Namun kami menunggu hasil visum dari rumah sakit," Tutup Ketua BEM UBT tersebut. 

No comments