Social Items


SUARAKALTARA. COM - TARAKAN - Terkait tuduhan yang dilontarkan oleh salah satu oknum mahasiswa, Yang mengatakan ada wartawan dibayar oleh polisi, Pada demo ricuh pada Senin lalu, Membuat sejumlah wartawan yang tergabung dalam berbagai organisasi ini, berencana mensomasi oknum mahasiswa tersebut.(20/9/2018).

Terkait hal itu, wartawan yang meliput demo pada Kamis pagi tadi, mendatangi oknum mahasiswa, Yang juga Presiden BEM Universitas Borneo Tarakan,  Guna mengklarifikasi tuduhan yang di lontarkannya pada Senin kemarin.

Alif Putra Pratama, Oknum mahasiswa yang mengeluarkan pernyataan, Bahwa, ada wartawan dibayar polisi,  menjelaskan, Kalau pada saat itu, Dirinya sangat emosional dikarenakan rekannya di tahan aparat.

"Jadi itu hanya spontan saja saya ucapkan, Tidak ada maksud untuk menuduh rekan wartawan di Tarakan ini, Saya hanya kondisi media nasional saat ini, Dimana media nasional ini tidak berpihak kepada mahasiswa," Jelas Alif.

"Kemarin juga saya sudah jumpa dengan beberapa teman wartawan terkait hal itu, Namun bila rekan-rekan wartawan di Tarakan ini tersinggung dengan ucapan saya, Maka, Secara pribadi saya minta maaf, Karena tidak ada maksud menyinggung teman-teman wartawan di Kota Tarakan, Tapi sekali lagi saya katakan, Banyak media nasional yang tidak pro ke kami sebagai mahasiswa," Terang Alif.

Lanjut Alif, Dirinya juga menghimbau kepada media untuk selalu bersifat netral dalam memberikan informasi," Tadi sama-sama kita lihat hasil diskusi di atas, kami melihat media nasional tidak berpihak kepada mahasiswa,"Tutup Presiden BEM ini.

Salah satu oknum Mahasiswa Meminta Maaf Kepada Rekan Wartawan, Terkait tuduhan Wartawan dibayar Polisi

SUARA KALTARA

SUARAKALTARA. COM - TARAKAN - Terkait tuduhan yang dilontarkan oleh salah satu oknum mahasiswa, Yang mengatakan ada wartawan dibayar oleh polisi, Pada demo ricuh pada Senin lalu, Membuat sejumlah wartawan yang tergabung dalam berbagai organisasi ini, berencana mensomasi oknum mahasiswa tersebut.(20/9/2018).

Terkait hal itu, wartawan yang meliput demo pada Kamis pagi tadi, mendatangi oknum mahasiswa, Yang juga Presiden BEM Universitas Borneo Tarakan,  Guna mengklarifikasi tuduhan yang di lontarkannya pada Senin kemarin.

Alif Putra Pratama, Oknum mahasiswa yang mengeluarkan pernyataan, Bahwa, ada wartawan dibayar polisi,  menjelaskan, Kalau pada saat itu, Dirinya sangat emosional dikarenakan rekannya di tahan aparat.

"Jadi itu hanya spontan saja saya ucapkan, Tidak ada maksud untuk menuduh rekan wartawan di Tarakan ini, Saya hanya kondisi media nasional saat ini, Dimana media nasional ini tidak berpihak kepada mahasiswa," Jelas Alif.

"Kemarin juga saya sudah jumpa dengan beberapa teman wartawan terkait hal itu, Namun bila rekan-rekan wartawan di Tarakan ini tersinggung dengan ucapan saya, Maka, Secara pribadi saya minta maaf, Karena tidak ada maksud menyinggung teman-teman wartawan di Kota Tarakan, Tapi sekali lagi saya katakan, Banyak media nasional yang tidak pro ke kami sebagai mahasiswa," Terang Alif.

Lanjut Alif, Dirinya juga menghimbau kepada media untuk selalu bersifat netral dalam memberikan informasi," Tadi sama-sama kita lihat hasil diskusi di atas, kami melihat media nasional tidak berpihak kepada mahasiswa,"Tutup Presiden BEM ini.

No comments