Social Items

Humas Pemprov Kaltara
RAPAT STAF : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie didampingi Wagub Kaltara H Udin Hianggio dan Pj Sekprov Kaltara H Syaiful Herman memimpin rapat staf di ruang pertemuan lantai I Kantor Gubernur Kaltara, Senin (12/11) sore.



SUARAKALTARA.COM - TANJUNG SELOR – Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Biro di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) diminta untuk menginventarisasi berbagai kegiatan dan program kerja yang sifatnya inovatif. Arahan ini disampaikan Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie saat memimpin rapat staf dengan didampingi Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara H Udin Hianggio dan Penjabat (Pj) Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara H Syaiful Herman di Ruang Rapat Lantai 1 Kantor Gubernur Kaltara, Senin (12/11).

Inventarisasi program dan kegiatan inovatif ini, merupakan salah satu upaya Pemprov Kaltara untuk mengetahui kemampuan aparatur pemerintahan dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0. Tujuannya, bukan untuk memenangkan hadiah, meski apabila memenangkan kompetisi inovasi akan ada kompensasi yang diterima. Salah satu contoh kegiatan inovatif yang layak diinventarisasi, adalah Respons Kaltara yang dikelola Biro Humas dan Protokol, Program Dokter Spesialis Terbang (Dinkes Kaltara) dan lainnya. Tapi ingat, inovasi yang diinventarisasi, bukan program saduran tapi yang asli buah pemikiran dan dilakukan untuk memberikan kebaikan bagi masyarakat, tutur Gubernur.

Irianto meyakini, program maupun kegiatan inovatif yang digagas jajaran Pemprov Kaltara tak kalah dari karya inovasi yang dilakukan daerah lain. Yang menjadi persoalan, adalah publikasi dan promosi dari kegiatan inovatif tersebut. “Saya rasa banyak program dan kegiatan inovatif yang dilakukan di jajaran Pemprov Kaltara. Hanya saja, semua itu belum diinventarisir, dan untuk kepentingan kompetitif, tinggal memenuhi ketentuan yang ada, jelas Gubernur.

Keyakinan Gubernur ini didasari dari pengamatan dan pengalamannya saat menghadiri The International Public Service (IPS) Forum 2018 gelaran Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB), belum lama ini di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta. “Jadi, karya inovatif dari Pemprov Kaltara ini harus ditelisik dari awal ide pemikirannya, dasar hukum, permasalahan dan solusinya. Berikut disertai data dan informasi, serta hal-hal penunjang lainnya sehingga menjadi karya inovatif, ungkap Irianto. Pada gelaran The IPS Forum 2018, diumumkan Top 99 karya inovatif dari seluruh Indonesia, yang kemudian diseleksi lagi hingga menjadi Top 20 karya inovatif. Ajang ini berlangsung tahunan yang melibatkan jajaran Kementerian/Lembaga, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten dan kota se-Indonesia.(humas/HJ)

Gubernur Arahkan OPD/Biro Inventarisir Program dan Kegiatan Inovatif

SUARA KALTARA
Humas Pemprov Kaltara
RAPAT STAF : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie didampingi Wagub Kaltara H Udin Hianggio dan Pj Sekprov Kaltara H Syaiful Herman memimpin rapat staf di ruang pertemuan lantai I Kantor Gubernur Kaltara, Senin (12/11) sore.



SUARAKALTARA.COM - TANJUNG SELOR – Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Biro di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) diminta untuk menginventarisasi berbagai kegiatan dan program kerja yang sifatnya inovatif. Arahan ini disampaikan Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie saat memimpin rapat staf dengan didampingi Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara H Udin Hianggio dan Penjabat (Pj) Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara H Syaiful Herman di Ruang Rapat Lantai 1 Kantor Gubernur Kaltara, Senin (12/11).

Inventarisasi program dan kegiatan inovatif ini, merupakan salah satu upaya Pemprov Kaltara untuk mengetahui kemampuan aparatur pemerintahan dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0. Tujuannya, bukan untuk memenangkan hadiah, meski apabila memenangkan kompetisi inovasi akan ada kompensasi yang diterima. Salah satu contoh kegiatan inovatif yang layak diinventarisasi, adalah Respons Kaltara yang dikelola Biro Humas dan Protokol, Program Dokter Spesialis Terbang (Dinkes Kaltara) dan lainnya. Tapi ingat, inovasi yang diinventarisasi, bukan program saduran tapi yang asli buah pemikiran dan dilakukan untuk memberikan kebaikan bagi masyarakat, tutur Gubernur.

Irianto meyakini, program maupun kegiatan inovatif yang digagas jajaran Pemprov Kaltara tak kalah dari karya inovasi yang dilakukan daerah lain. Yang menjadi persoalan, adalah publikasi dan promosi dari kegiatan inovatif tersebut. “Saya rasa banyak program dan kegiatan inovatif yang dilakukan di jajaran Pemprov Kaltara. Hanya saja, semua itu belum diinventarisir, dan untuk kepentingan kompetitif, tinggal memenuhi ketentuan yang ada, jelas Gubernur.

Keyakinan Gubernur ini didasari dari pengamatan dan pengalamannya saat menghadiri The International Public Service (IPS) Forum 2018 gelaran Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB), belum lama ini di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta. “Jadi, karya inovatif dari Pemprov Kaltara ini harus ditelisik dari awal ide pemikirannya, dasar hukum, permasalahan dan solusinya. Berikut disertai data dan informasi, serta hal-hal penunjang lainnya sehingga menjadi karya inovatif, ungkap Irianto. Pada gelaran The IPS Forum 2018, diumumkan Top 99 karya inovatif dari seluruh Indonesia, yang kemudian diseleksi lagi hingga menjadi Top 20 karya inovatif. Ajang ini berlangsung tahunan yang melibatkan jajaran Kementerian/Lembaga, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten dan kota se-Indonesia.(humas/HJ)

No comments