Social Items


Humas Provinsi Kaltara
===headshot Gubernur Kaltara====


TANJUNG SELOR  Hingga 2025, penduduk Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) diproyeksi mencapai 773.377 jiwa. Sementara di 2019, pertumbuhan penduduk Kaltara diproyeksi bisa mencapai 695.562 jiwa. Demikian disampaikan Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie berdasarkan rilis Proyek Penduduk Kabuapten/Kota Provinsi Kaltara 2015-2025 Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara, per 31 Desember 2018.

Dikatakan Gubernur, pertumbuhan penduduk ini, salah satunya dipengaruhi oleh perpindahan penduduk dari wilayah luar Kaltara. "Provinsi Kaltara sebagai sebuah daerah otonomi baru, dinilai banyak orang cukup potensial dan menjanjikan. Hal ini berdampak pada tingginya asa dari warga luar Kaltara untuk mencari penghidupan disini," kata Irianto.

Pada tahun ini, pertumbuhan penduduk tertinggi di Kaltara, diprediksi terjadi di Kota Tarakan. Dimana, berdasarkan proyeksi BPS, di Tarakan jumlah penduduknya pada tahun ini akan bertambah menjadi 254.262 jiwa. Disusul, Kabupaten Nunukan sebesar 196.918 jiwa, Bulungan 133.166 jiwa, Malinau 84.609 jiwa dan Tana Tidung 26.607 jiwa. Pertambahan penduduk ini, di satu sisi adalah sebuah potensi. Namun, apabila tak dikelola dengan baik maka akan menjadi sebuah persoalan pelik. Untuk itu, disamping penduduk yang bertambah, kualitas hidup penduduk pun menjadi perhatian pemerintah, ucap Gubernur dalam sejumlah kesempatan.

Adapun implikasi negatif dari pertumbuhan penduduk itu, menurut Irianto, salah satunya adalah pertumbuhan masyarakat miskin dan pengangguran. Diakui Gubernur, tidak sedikit penduduk dari luar Kaltara yang hijrah ke Kaltara tak dibekali pendidikan dan kemampuan yang memadai. Alhasil, dengan keterbatasan lowongan pekerjaan maka mereka pun tak bisa bersaing hingga menjadi pengangguran. Untuk itu, Pemprov Kaltara menggiatkan investasi guna memicu ketersediaan lapangan pekerjaan. Di samping itu, lewat sejumlah lembaga pelatihan, melalui OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait dilakukan kegiatan untuk meningkatkan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) lokal sehingga mampu bersaing dalam era saat ini, beber Gubernur.(humas)

Proyeksi Total Pertumbuhan Penduduk Kaltara 2015-2025
Tahun 2015 : 644.529 jiwa
Tahun 2016 : 657.251 jiwa
Tahun 2017 : 670.003 jiwa
Tahun 2018 : 682.783 jiwa
Tahun 2019 : 695.562 jiwa
Tahun 2020 : 708.352 jiwa
Tahun 2021 : 721.181 jiwa
Tahun 2022 : 734.112 jiwa
Tahun 2023 : 747.125 jiwa
Tahun 2024 : 760.222 jiwa
Tahun 2025 : 773.377 jiwa
Sumber : BPS Kaltara, 2019

Tahun 2025 Penduduk Kaltara Capai 773 Ribu jiwa

SUARA KALTARA
Humas Provinsi Kaltara
===headshot Gubernur Kaltara====


TANJUNG SELOR  Hingga 2025, penduduk Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) diproyeksi mencapai 773.377 jiwa. Sementara di 2019, pertumbuhan penduduk Kaltara diproyeksi bisa mencapai 695.562 jiwa. Demikian disampaikan Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie berdasarkan rilis Proyek Penduduk Kabuapten/Kota Provinsi Kaltara 2015-2025 Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara, per 31 Desember 2018.

Dikatakan Gubernur, pertumbuhan penduduk ini, salah satunya dipengaruhi oleh perpindahan penduduk dari wilayah luar Kaltara. "Provinsi Kaltara sebagai sebuah daerah otonomi baru, dinilai banyak orang cukup potensial dan menjanjikan. Hal ini berdampak pada tingginya asa dari warga luar Kaltara untuk mencari penghidupan disini," kata Irianto.

Pada tahun ini, pertumbuhan penduduk tertinggi di Kaltara, diprediksi terjadi di Kota Tarakan. Dimana, berdasarkan proyeksi BPS, di Tarakan jumlah penduduknya pada tahun ini akan bertambah menjadi 254.262 jiwa. Disusul, Kabupaten Nunukan sebesar 196.918 jiwa, Bulungan 133.166 jiwa, Malinau 84.609 jiwa dan Tana Tidung 26.607 jiwa. Pertambahan penduduk ini, di satu sisi adalah sebuah potensi. Namun, apabila tak dikelola dengan baik maka akan menjadi sebuah persoalan pelik. Untuk itu, disamping penduduk yang bertambah, kualitas hidup penduduk pun menjadi perhatian pemerintah, ucap Gubernur dalam sejumlah kesempatan.

Adapun implikasi negatif dari pertumbuhan penduduk itu, menurut Irianto, salah satunya adalah pertumbuhan masyarakat miskin dan pengangguran. Diakui Gubernur, tidak sedikit penduduk dari luar Kaltara yang hijrah ke Kaltara tak dibekali pendidikan dan kemampuan yang memadai. Alhasil, dengan keterbatasan lowongan pekerjaan maka mereka pun tak bisa bersaing hingga menjadi pengangguran. Untuk itu, Pemprov Kaltara menggiatkan investasi guna memicu ketersediaan lapangan pekerjaan. Di samping itu, lewat sejumlah lembaga pelatihan, melalui OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait dilakukan kegiatan untuk meningkatkan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) lokal sehingga mampu bersaing dalam era saat ini, beber Gubernur.(humas)

Proyeksi Total Pertumbuhan Penduduk Kaltara 2015-2025
Tahun 2015 : 644.529 jiwa
Tahun 2016 : 657.251 jiwa
Tahun 2017 : 670.003 jiwa
Tahun 2018 : 682.783 jiwa
Tahun 2019 : 695.562 jiwa
Tahun 2020 : 708.352 jiwa
Tahun 2021 : 721.181 jiwa
Tahun 2022 : 734.112 jiwa
Tahun 2023 : 747.125 jiwa
Tahun 2024 : 760.222 jiwa
Tahun 2025 : 773.377 jiwa
Sumber : BPS Kaltara, 2019

No comments