Social Items

Humas Pemprov Kaltara
--headshot Gubernur Kaltara===


TANJUNG SELOR - Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr Irianto Lambrie meminta kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dalam penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) untuk lebih gencar mensosialisasikan, sekaligus mendorong agar masyarakat mau memilih. Begitu pun bagi penyelenggara Pemilu.

Gubernur mengungkapkan, salah satu indikator keberhasilan dalam pesta demokrasi yang bakal di gelar pada 17 April 2019 mendatang ini, adalah tingkat partisipasi pemilih yang baik. Dirinya pun berharap, masyarakat Kaltara yang punya hak pilih agar tidak menyia-nyiakan suaranya, dengan tidak datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk memberikan hak suaranya.

“Keberhasilan penyelenggaraan pemilu, pertama tingkat partisipasi pemilihnya. Untuk itu saya minta kepada penyelenggara, maupun OPD terkaitnya, seperti Badan Kesbangpol (Kesatuan Bangsa dan Politik), untuk lebih gencar melakukan sosialisasi. Mendorong kepada masyarakat untuk memilih, ungkap Irianto.  

Irianto berharap, tingkat partisipasi pemilih di Kaltara bisa di atas 80 persen. Meskipun diakuinya, untuk mencapai itu terlalu berat. Baik secara nasional maupun daerah. Saya optimis Pemilu kali ini bisa di atas 70 persen warga yang menggunakan hak pilihnya. Bahkan kalau bisa di atas 80 persen. Itu lebih baik, katanya.

Disebutkan, Pemilu kali ini merupakan sejarah baru bagi Bangsa. Untuk pertama kali, pemilihan legislatif bersamaan dengan pemilihan presiden dan wakil presiden. Hal tersebut, menurut Gubernur, sekaligus menjadi tantangan tersendiri. Sehingga dirinya pun berpikir realistis jika tingkat partisipasi pemilih kali ini berat untuk bisa lebih dari 80 persen.

Kita realistis, karena ini pemilu serentak pertama. Kedua, jarak antara TPS dengan rumah orang tinggal yang cukup jauh. Kemudian kemampuan sosialisasi penyelenggara juga terbatas. Belum lagi, sebagian besar juga bisa bingung, karena banyaknya surat suara. Mulai dari DPD RI, DPR RI, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota, ditambah dengan Pilpres, kata Gubernur.

Tak hanya itu, menurut Gubernur, ada pula kemungkinan masyarakat yang kecewa atau apriori dan memilih untuk Golput alias tidak memilih. Oleh karena itu, gubernur menginginkan kepada semua untuk bersama-sama menekan angka golput, guna mencapai target angka partisipasi pemilih.

Gubernur menekankan agar instansi yang berkaitan langsung dengan tahapan dan proses pemilu memaksimalkan programnya. Terutama kepada penyelenggara, diharapkan lebih gencar melakukan sosialisasi agar warga di Kaltara menggunakan hak pilihnya. (humas)

Optimis Partisipasi Pemilih di Atas 70 Persen, Gubernur Minta Sosialisasi Pemilu Lebih Gencar

SUARA KALTARA
Humas Pemprov Kaltara
--headshot Gubernur Kaltara===


TANJUNG SELOR - Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr Irianto Lambrie meminta kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dalam penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) untuk lebih gencar mensosialisasikan, sekaligus mendorong agar masyarakat mau memilih. Begitu pun bagi penyelenggara Pemilu.

Gubernur mengungkapkan, salah satu indikator keberhasilan dalam pesta demokrasi yang bakal di gelar pada 17 April 2019 mendatang ini, adalah tingkat partisipasi pemilih yang baik. Dirinya pun berharap, masyarakat Kaltara yang punya hak pilih agar tidak menyia-nyiakan suaranya, dengan tidak datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk memberikan hak suaranya.

“Keberhasilan penyelenggaraan pemilu, pertama tingkat partisipasi pemilihnya. Untuk itu saya minta kepada penyelenggara, maupun OPD terkaitnya, seperti Badan Kesbangpol (Kesatuan Bangsa dan Politik), untuk lebih gencar melakukan sosialisasi. Mendorong kepada masyarakat untuk memilih, ungkap Irianto.  

Irianto berharap, tingkat partisipasi pemilih di Kaltara bisa di atas 80 persen. Meskipun diakuinya, untuk mencapai itu terlalu berat. Baik secara nasional maupun daerah. Saya optimis Pemilu kali ini bisa di atas 70 persen warga yang menggunakan hak pilihnya. Bahkan kalau bisa di atas 80 persen. Itu lebih baik, katanya.

Disebutkan, Pemilu kali ini merupakan sejarah baru bagi Bangsa. Untuk pertama kali, pemilihan legislatif bersamaan dengan pemilihan presiden dan wakil presiden. Hal tersebut, menurut Gubernur, sekaligus menjadi tantangan tersendiri. Sehingga dirinya pun berpikir realistis jika tingkat partisipasi pemilih kali ini berat untuk bisa lebih dari 80 persen.

Kita realistis, karena ini pemilu serentak pertama. Kedua, jarak antara TPS dengan rumah orang tinggal yang cukup jauh. Kemudian kemampuan sosialisasi penyelenggara juga terbatas. Belum lagi, sebagian besar juga bisa bingung, karena banyaknya surat suara. Mulai dari DPD RI, DPR RI, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota, ditambah dengan Pilpres, kata Gubernur.

Tak hanya itu, menurut Gubernur, ada pula kemungkinan masyarakat yang kecewa atau apriori dan memilih untuk Golput alias tidak memilih. Oleh karena itu, gubernur menginginkan kepada semua untuk bersama-sama menekan angka golput, guna mencapai target angka partisipasi pemilih.

Gubernur menekankan agar instansi yang berkaitan langsung dengan tahapan dan proses pemilu memaksimalkan programnya. Terutama kepada penyelenggara, diharapkan lebih gencar melakukan sosialisasi agar warga di Kaltara menggunakan hak pilihnya. (humas)

No comments