Social Items

TARAKAN - Pemerintah Kota Tarakan, provinsi Kalimantan Utara akan mengelola sampah di daerah tersebut  menjadi sumber listrik. Hal ini ditandai dengan diresmikannya pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) oleh Walikota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes   yang berlokasi Kelurahan Karang Harapan Pada Jumat (28/6).


Pembangunan PLTSa ini sendiri direncanakan rampung dan diharapkan dapat beroperasi pada Bulan Agustus 2020 dengan total kapasitas pembangkit sebesar 25 MW untuk pemenuhan kebutuhan energi listrik Kota Tarakan yang terus bertumbuh setiap tahunnya. Pembangkit listrik ini juga didesain ramah lingkungan dengan teknologi plasma yang akan memanfaatkan sampah sebagai bahan bakar dan akan menghasilkan limbah berupa air bersih dan zat nitrogen yang bermanfaat untuk kesuburan tanah.


Nantinya Lokasi Kawasan Pembangkit Listrik Tersebut juga didesain sebagai kawasan industri, Mulai dari pengelolahan hasil kelautan, Cold Storage, Industri Perahu dan Bidang Industri Lainnya.


Dalam sambutannya Walikota Tarakan Juga Menyampaikan Bahwa Produksi Listrik Ini nantinya Dapat Mengakomodir Kebutuhan beberapa Industri yang akan di bangun di Kawasan tersebut.


Ia Juga menegaskan Komitmen Pemerintah Kota Tarakan Untuk Terus Hadir Dalam mencari solusi terhadap kebutuhan Masyarakat, Termasuk Listrik Dan Air Bersih “Kita tidak Boleh Menyerah dengan Kondisi Yang Ada, Pemerintah Daerah harus bekerja dan mencari solusi cerdas dalam mengatasi persoalan yang ada di kota Tarakan” ujar dr. H. Khairul.


Sementara Itu, Direktur Projek PT.Patra Global Energi Mengatakan Bahwa Untuk Pekerjaan Penataan Lahan Akan dijadwalkan dan Akan Memakan Waktu selama 3 Sampai 4 Bulan, Lalu Dilanjutkan dengan Pekerjaan Fisik Termasuk pengadaan alat Komponen Lainnya” Tutup Andy Hananto.

Sampah Kota Tarakan Bakal Jadi Sumber Listrik

SUARA KALTARA

TARAKAN - Pemerintah Kota Tarakan, provinsi Kalimantan Utara akan mengelola sampah di daerah tersebut  menjadi sumber listrik. Hal ini ditandai dengan diresmikannya pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) oleh Walikota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes   yang berlokasi Kelurahan Karang Harapan Pada Jumat (28/6).


Pembangunan PLTSa ini sendiri direncanakan rampung dan diharapkan dapat beroperasi pada Bulan Agustus 2020 dengan total kapasitas pembangkit sebesar 25 MW untuk pemenuhan kebutuhan energi listrik Kota Tarakan yang terus bertumbuh setiap tahunnya. Pembangkit listrik ini juga didesain ramah lingkungan dengan teknologi plasma yang akan memanfaatkan sampah sebagai bahan bakar dan akan menghasilkan limbah berupa air bersih dan zat nitrogen yang bermanfaat untuk kesuburan tanah.


Nantinya Lokasi Kawasan Pembangkit Listrik Tersebut juga didesain sebagai kawasan industri, Mulai dari pengelolahan hasil kelautan, Cold Storage, Industri Perahu dan Bidang Industri Lainnya.


Dalam sambutannya Walikota Tarakan Juga Menyampaikan Bahwa Produksi Listrik Ini nantinya Dapat Mengakomodir Kebutuhan beberapa Industri yang akan di bangun di Kawasan tersebut.


Ia Juga menegaskan Komitmen Pemerintah Kota Tarakan Untuk Terus Hadir Dalam mencari solusi terhadap kebutuhan Masyarakat, Termasuk Listrik Dan Air Bersih “Kita tidak Boleh Menyerah dengan Kondisi Yang Ada, Pemerintah Daerah harus bekerja dan mencari solusi cerdas dalam mengatasi persoalan yang ada di kota Tarakan” ujar dr. H. Khairul.


Sementara Itu, Direktur Projek PT.Patra Global Energi Mengatakan Bahwa Untuk Pekerjaan Penataan Lahan Akan dijadwalkan dan Akan Memakan Waktu selama 3 Sampai 4 Bulan, Lalu Dilanjutkan dengan Pekerjaan Fisik Termasuk pengadaan alat Komponen Lainnya” Tutup Andy Hananto.

No comments