Social Items

Jakarta – Efisiensi anggaran bakal dilakukan denga mengurangi subsidi listrik. Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengusulkan, anggaran subsidi listrik tahun depan sebesar Rp 58,62 triliun, lebih kecil dibanding anggaran subsidi listrik tahun ini yang sebesar Rp 59,32 triliun, atau ada pengurangan ratusan miliar.
Jonan menjelaskan dengan pengurangan anggaran subsidi listrik ini, tahun depan pemerintah mampu menghemat anggaran sebesar Rp 600 miliar hingga Rp 700 miliar. Di sisi lain, Menteri ESDM juga mengusulkan agar pelanggan non subsidi kembali dikenakan tarif penyesuaian (tariff adjustment) mulai tahun depan. Sehingga pemerintah dapat menerima penghematan anggaran lebih besar lagi.
“Jika tarif listrik yang golongan rumah tangga 900 VA non subsidi ke atas boleh mengikuti tarif adjustment, maka subsidi bisa turun Rp 6 triliun. Kalau tetap, subsidi hanya akan turun Rp 600 miliar – Rp 700 miliar,” ujar Menteri ESDM Jonan di Jakarta, Kamis (20/6) malam.
Menurut dia, dengan melepas para pelanggan non subsidi dengan tarif adjustment, maka APBN bisa diprioritaskan untuk kebutuhan yang lain. Di sisi lain, Direktur Jenderal Tenaga Kelistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana menjelaskan penghematan Rp 6 triliun bisa diterima pemerintah jika para pelanggan non subsidi mengikuti tarif dasar listrik sesuai dengan harga keekonomian yang berlaku.
“Pelanggan non subsidi secara undang-undang kan dibolehkan mengikuti tarif adjustment. Tapi kan selama ini ditahan kan, karena mempertimbangkan daya beli. Makanya tidak diterapkan adjustment, berdampak ke subsidi,” ujar Rida.
Menurut dia, penyesuaian tarif tidak selalu berarti kenaikan tarif listrik. Pasalnya penyesuaian tarif berdasarkan pergerakan harga minyak Indonesia (ICP) dan komponen harga bahan baku pembangkit, seperti harga batubara. Ari/INI/BC.

Tahun Depan Subsidi Listrik Dikurangi sampai Ratusan Miliar Rupiah

SUARA KALTARA
Jakarta – Efisiensi anggaran bakal dilakukan denga mengurangi subsidi listrik. Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengusulkan, anggaran subsidi listrik tahun depan sebesar Rp 58,62 triliun, lebih kecil dibanding anggaran subsidi listrik tahun ini yang sebesar Rp 59,32 triliun, atau ada pengurangan ratusan miliar.
Jonan menjelaskan dengan pengurangan anggaran subsidi listrik ini, tahun depan pemerintah mampu menghemat anggaran sebesar Rp 600 miliar hingga Rp 700 miliar. Di sisi lain, Menteri ESDM juga mengusulkan agar pelanggan non subsidi kembali dikenakan tarif penyesuaian (tariff adjustment) mulai tahun depan. Sehingga pemerintah dapat menerima penghematan anggaran lebih besar lagi.
“Jika tarif listrik yang golongan rumah tangga 900 VA non subsidi ke atas boleh mengikuti tarif adjustment, maka subsidi bisa turun Rp 6 triliun. Kalau tetap, subsidi hanya akan turun Rp 600 miliar – Rp 700 miliar,” ujar Menteri ESDM Jonan di Jakarta, Kamis (20/6) malam.
Menurut dia, dengan melepas para pelanggan non subsidi dengan tarif adjustment, maka APBN bisa diprioritaskan untuk kebutuhan yang lain. Di sisi lain, Direktur Jenderal Tenaga Kelistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana menjelaskan penghematan Rp 6 triliun bisa diterima pemerintah jika para pelanggan non subsidi mengikuti tarif dasar listrik sesuai dengan harga keekonomian yang berlaku.
“Pelanggan non subsidi secara undang-undang kan dibolehkan mengikuti tarif adjustment. Tapi kan selama ini ditahan kan, karena mempertimbangkan daya beli. Makanya tidak diterapkan adjustment, berdampak ke subsidi,” ujar Rida.
Menurut dia, penyesuaian tarif tidak selalu berarti kenaikan tarif listrik. Pasalnya penyesuaian tarif berdasarkan pergerakan harga minyak Indonesia (ICP) dan komponen harga bahan baku pembangkit, seperti harga batubara. Ari/INI/BC.

No comments