Social Items

PERCEPATAN : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie saat memimpin rapat staf mengenai percepatan pengadaan barang dan jasa pemerintah, belum lama ini.


TANJUNG SELOR – Progress realisasi fisik dan keuangan di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) sampai dengan triwulan II Juni 2019 tahun anggaran 2019 menunjukkan angka yang positif.

Di periode tersebut, progress realisasi fisik mencapai Rp 899,9 miliar atau sebesar 29,88 persen. Ini lebih tinggi dibanding periode tahun sebelumnya, yakni sebesar 26,84 persen. Sementara untuk realisasi keuangannya, mencapai Rp 827,3 miliar atau sebesar 27,78 persen. Juga lebih besar dibandingkan periode realisasi keuangan tahun sebelumnya sebesar 23,69 persen. 

“Jika dilihat perbandingan di tahun sebelumnya, terjadi kenaikan sebesar 3,04 persen untuk realisasi fisik, dan 4,09 persen untuk realisasi keuangan,” ujar Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie yang didampingi Kepala Biro Pembangunan Sekretariat Provinsi (Setprov) Kaltara Sunardi, belum lama ini.

Berdasarkan informasi dari Biro Pembangunan Setprov Kaltara per Juni 2019, dari total 298 paket pada Rencana Umum Pengadaan (RUP), sebanyak 196 paket telah memiliki Surat Perintah Tugas (SPT). Sementara sebanyak 137 paket selesai tender, dan sebanyak 54 paket dalam proses tender. 

“Saya mengharapkan seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di lingkungan Pemprov Kaltara dapat terus menggenjot realisasi anggaran di sisa tahun anggaran 2019. Khususnya, untuk pekerjaan barang dan jasa yang dianggarkan pada APBD,” ungkap Irianto.

Pada tahun anggaran 2019, tercatat pagu anggaran APBD Pemprov Kaltara sebesar Rp 2.978.421.907.475,44 pada 64 Dokumen Pelaksana Anggaran (DPA). Dimana, ada 369 program dengan 1.481 kegiatan. Semua program kegiatan, diinput oleh masing-masing OPD melalui sistem e-Pengendalian berdasarkan DPA Murni tahun anggaran 2019.(humas)

Triwulan II, Realisasi Keuangan dan Fisik Alami Kenaikan

SUARA KALTARA
PERCEPATAN : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie saat memimpin rapat staf mengenai percepatan pengadaan barang dan jasa pemerintah, belum lama ini.


TANJUNG SELOR – Progress realisasi fisik dan keuangan di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) sampai dengan triwulan II Juni 2019 tahun anggaran 2019 menunjukkan angka yang positif.

Di periode tersebut, progress realisasi fisik mencapai Rp 899,9 miliar atau sebesar 29,88 persen. Ini lebih tinggi dibanding periode tahun sebelumnya, yakni sebesar 26,84 persen. Sementara untuk realisasi keuangannya, mencapai Rp 827,3 miliar atau sebesar 27,78 persen. Juga lebih besar dibandingkan periode realisasi keuangan tahun sebelumnya sebesar 23,69 persen. 

“Jika dilihat perbandingan di tahun sebelumnya, terjadi kenaikan sebesar 3,04 persen untuk realisasi fisik, dan 4,09 persen untuk realisasi keuangan,” ujar Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie yang didampingi Kepala Biro Pembangunan Sekretariat Provinsi (Setprov) Kaltara Sunardi, belum lama ini.

Berdasarkan informasi dari Biro Pembangunan Setprov Kaltara per Juni 2019, dari total 298 paket pada Rencana Umum Pengadaan (RUP), sebanyak 196 paket telah memiliki Surat Perintah Tugas (SPT). Sementara sebanyak 137 paket selesai tender, dan sebanyak 54 paket dalam proses tender. 

“Saya mengharapkan seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di lingkungan Pemprov Kaltara dapat terus menggenjot realisasi anggaran di sisa tahun anggaran 2019. Khususnya, untuk pekerjaan barang dan jasa yang dianggarkan pada APBD,” ungkap Irianto.

Pada tahun anggaran 2019, tercatat pagu anggaran APBD Pemprov Kaltara sebesar Rp 2.978.421.907.475,44 pada 64 Dokumen Pelaksana Anggaran (DPA). Dimana, ada 369 program dengan 1.481 kegiatan. Semua program kegiatan, diinput oleh masing-masing OPD melalui sistem e-Pengendalian berdasarkan DPA Murni tahun anggaran 2019.(humas)

No comments