Social Items

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie

TANJUNG SELOR – Pada pelaksanaan beasiswa stimulan Kaltara Cerdas 2019, untuk jenjang pendidikan tinggi, salah satu kategori yang paling banyak dinanti adalah beasiswa stimulai mahasiswa lokal provinsi. Dikatakan Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie pada kategori ini diperuntukan bagi mahasiswa asal Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang melaksanakan studi pendidikan tinggi baik diploma, sarjana, magister di dalam wilayah Kaltara.

Menurut Irianto, beasiswa ini tidak diperuntukkan bagi mahasiswa yang mengambil jurusan atau program bidang kesehatan. 

“Persyaratannya, di antaranya memiliki Indeks Prestasi Komulatif (IPK) Minimal 2,75 yang ditandatangani oleh pejabat yang berwenang, atau minimal 2,30 yang ditandatangani oleh pejabat yang berwenang yang diperuntukan bagi mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu yang dibuktikan dengan fotokopi bukti penerima bantuan. “Khusus SKTM, wajib melampirkan SKTM asli tahun 2019 yang dikeluarkan oleh kepala desa/lurah/camat setempat,” jelas Gubernur, dalam Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) yang sudah ditandatanganinya. Disebutkan pula kekhususan bagi mahasiswa Universitas Terbuka (UT). Untuk mahasiswa UT, minimal IPK-nya 2,20.

Pada kategori ini, kuota penerimanya dibagi menjadi 2. Yakni, beasiswa prestasi dan kurang mampu. Untuk beasiswa prestasi, kuota penerima pada jenjang diploma sebanyak 115 orang, jenjang sarjana 1.060 orang, dan jenjang magister 9 orang. Lalu untuk beasiswa kurang mampu, pada jenjang diploma kuota penerimanya ditetapkan 40 orang, sarjana 650 orang, dan magister 7 orang. 

“Untuk diketahui, beasiswa ini diutamakan bagi mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu atau miskin yang dibuktikan dengan fotokopi atau surat keterangan yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang,” urai Gubernur.

Besaran beasiswa yang diterima, baik untuk beasiswa prestasi maupun kurang mampu berbeda sesuai jenjang pendidikan yang ditempuh. Di mana, untuk jenjang diploma sebesar Rp 2 juta, jenjang sarjana Rp 2,1 juta, dan jenjang magister Rp 4 juta.

Selain itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara juga menyediakan beasiswa stimulan mahasiswa lokal provinsi yang akan menyelesaikan tugas akhir. “Beasiswa ini diperuntukkan bagi mahasiswa asal Kaltara yang mengenyam pendidikan tinggi di dalam wilayah Kaltara yang sedang dalam proses penyelesaian laporan akhir, skripsi dan thesis,” beber Irianto.

Adapun ketentuan penerimanya, adalah telah melakukan seminar proposal penelitian, mengajukan proposal penelitian yang telah disetujui oleh dosen pembimbing, dan mengisi format yang telah disediakan. “Tugas akhirnya mengambil topik penelitian yang menunjang program visi misi Provinsi Kaltara,” ungkapnya.

Mahasiswa yang mengajukan beasiswa di kategori ini, wajib memiliki IPK untuk mahasiswa UT minimal 2,20 dan bagi mahasiswa diluar UT sekurang-kurangnya memiliki IPK 2,50. Adapun kuota per jenjangnya, untuk diploma 20 orang, sarjana 150 orang, dan magister 3 orang. “Bagi jenjang diploma, besaran beasiswa yang dapat diterima Rp 2 juta, sarjana Rp 2,1 juta dan magister Rp 4 juta,” papar Irianto.

Guna diketahui, dalam proses pendaftaran calon penerima Kaltara Cerdas tahun ini akan dilakukan oleh Pemprov Kaltara melalui Tim Koordinasi dan Pengawasan Beasiswa Kaltara Cerdas bersama Dewan Pendidikan.(humas)

Kuota Mahasiswa Lokal Jenjang Sarjana 1.060 Orang

SUARA KALTARA
Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie

TANJUNG SELOR – Pada pelaksanaan beasiswa stimulan Kaltara Cerdas 2019, untuk jenjang pendidikan tinggi, salah satu kategori yang paling banyak dinanti adalah beasiswa stimulai mahasiswa lokal provinsi. Dikatakan Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie pada kategori ini diperuntukan bagi mahasiswa asal Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang melaksanakan studi pendidikan tinggi baik diploma, sarjana, magister di dalam wilayah Kaltara.

Menurut Irianto, beasiswa ini tidak diperuntukkan bagi mahasiswa yang mengambil jurusan atau program bidang kesehatan. 

“Persyaratannya, di antaranya memiliki Indeks Prestasi Komulatif (IPK) Minimal 2,75 yang ditandatangani oleh pejabat yang berwenang, atau minimal 2,30 yang ditandatangani oleh pejabat yang berwenang yang diperuntukan bagi mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu yang dibuktikan dengan fotokopi bukti penerima bantuan. “Khusus SKTM, wajib melampirkan SKTM asli tahun 2019 yang dikeluarkan oleh kepala desa/lurah/camat setempat,” jelas Gubernur, dalam Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) yang sudah ditandatanganinya. Disebutkan pula kekhususan bagi mahasiswa Universitas Terbuka (UT). Untuk mahasiswa UT, minimal IPK-nya 2,20.

Pada kategori ini, kuota penerimanya dibagi menjadi 2. Yakni, beasiswa prestasi dan kurang mampu. Untuk beasiswa prestasi, kuota penerima pada jenjang diploma sebanyak 115 orang, jenjang sarjana 1.060 orang, dan jenjang magister 9 orang. Lalu untuk beasiswa kurang mampu, pada jenjang diploma kuota penerimanya ditetapkan 40 orang, sarjana 650 orang, dan magister 7 orang. 

“Untuk diketahui, beasiswa ini diutamakan bagi mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu atau miskin yang dibuktikan dengan fotokopi atau surat keterangan yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang,” urai Gubernur.

Besaran beasiswa yang diterima, baik untuk beasiswa prestasi maupun kurang mampu berbeda sesuai jenjang pendidikan yang ditempuh. Di mana, untuk jenjang diploma sebesar Rp 2 juta, jenjang sarjana Rp 2,1 juta, dan jenjang magister Rp 4 juta.

Selain itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara juga menyediakan beasiswa stimulan mahasiswa lokal provinsi yang akan menyelesaikan tugas akhir. “Beasiswa ini diperuntukkan bagi mahasiswa asal Kaltara yang mengenyam pendidikan tinggi di dalam wilayah Kaltara yang sedang dalam proses penyelesaian laporan akhir, skripsi dan thesis,” beber Irianto.

Adapun ketentuan penerimanya, adalah telah melakukan seminar proposal penelitian, mengajukan proposal penelitian yang telah disetujui oleh dosen pembimbing, dan mengisi format yang telah disediakan. “Tugas akhirnya mengambil topik penelitian yang menunjang program visi misi Provinsi Kaltara,” ungkapnya.

Mahasiswa yang mengajukan beasiswa di kategori ini, wajib memiliki IPK untuk mahasiswa UT minimal 2,20 dan bagi mahasiswa diluar UT sekurang-kurangnya memiliki IPK 2,50. Adapun kuota per jenjangnya, untuk diploma 20 orang, sarjana 150 orang, dan magister 3 orang. “Bagi jenjang diploma, besaran beasiswa yang dapat diterima Rp 2 juta, sarjana Rp 2,1 juta dan magister Rp 4 juta,” papar Irianto.

Guna diketahui, dalam proses pendaftaran calon penerima Kaltara Cerdas tahun ini akan dilakukan oleh Pemprov Kaltara melalui Tim Koordinasi dan Pengawasan Beasiswa Kaltara Cerdas bersama Dewan Pendidikan.(humas)

No comments