Social Items

DUKUNGAN : Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie menyerahkan cinderamata kepada perwakilan tim pra survei FMG Ltd., Rabu (26/2).

TANJUNG SELOR - Tatap muka sekaligus diskusi antara Pemprov Kaltara dengan Kedubes Australia berlangsung kurang lebih 1 jam di ruang rapat Sekprov Kaltara, Selasa (25/2). Kesempatan ini dimanfaatkan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Provinsi Kaltara memberikan informasi kepada Sekretaris Dua Bidang Ekonomi Kedubes Autralia, Peter Simojoki. 

Di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Gubernur Kaltara Irianto Lambrie, kata Risdianto, telah dilakukan langkah fundamental dalam rangka mempermudah proses investasi di Tanah Air dan di Kaltara. Salah satu instrumennya adalah mempermudah proses perizinan. 

Dan, Provinsi Kaltara memang diharapkan jadi sentral pertumbuhan di wilayah Kalimantan. Apalagi, sejalan kebijakan nasional ditunjuknya Kalimantan Timur sebagai Ibu Kota Negara (IKN). 

“Sehingga secara tidak langsung Kaltara sebagai daerah penyangga. Salah satunya penyangga di bidang energi. Kita ada rencana besar membangun PLTA oleh beberapa perusahaan yang telah menyatakan minat dan memproses administrasinya. Karena sesungguhnya provinsi ini memiliki potensi dan peluang hidrologi dibangunnya PLTA,” tutur Risdianto.

Berkenaan kunjungan tim Kedubes Australia ke empat sungai besar di Kaltara, Risdianto mengungkapkan rencana pengembangan bidang energinya. Sungai Kayan akan digarap PLTA berkapasitas 9.000 MW oleh PT Kayan Hidro Energy, Sungai Sembakung 500 MW oleh PT Hannergy, Sungai Mentarang 1.775 oleh PT Sarawak Energy Berhad dan PT Kayan Patria, serta sungai-sungai lainnya. 

Sekaitan dengan pembangunan pembangkit tersebut, tengah berproses pula Proyek Strategis Nasional (PSN) Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi seluas 10.100 hektare. “Karena Kaltara masuk pada ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia) II sehingga lebih dekat ke Asia Pasifik. Kita akan membangun KIPI seluas 10.100 hektare. Dan saat ini sudah ada 7 perusahaan yang meminta sebagai pengelola,” ujarnya.

Risdianto menyimpulkan, suplai energi dari PLTA yang akan dibangun akan terintegrasi dengan KIPI Tanah Kuning-Mangkupadi. Selain itu, PLTA akan memberi kontribusi bagi IKN baru di Kalimantan Timur.  Pada KIPI Tanah Kuning-Mangkupadi juga akan dibangun pelabuhan internasional. Pembangunan pelabuhan samudera di KIPI tersebut sudah diminati oleh investor asal Korea Selatan. 

“Tetapi tidak tertutup kemungkinan investor dari Australia juga bisa ikut. Peluang itu ada. Termasuk dalam investasi hidro power juga berpeluang. Karena semuanya masih berproses administrasi, belum bersifat final,” pungkasnya.

Sementara itu, sebagai kelanjutan survei awal tim Fortescue Metals Group (FMG) Ltd, perusahaan asal Australia yang bergerak di bidang pengembangan energi dan lainnya yang dimiliki konglomerat Australia, Mr. 

John Andrew Henry Forrest AO, Rabu (26/2) digelar pertemuan yang dipimpin Gubernur Kaltara dengan dihadiri seluruh kepala OPD di lingkup Pemprov Kaltara di ruang pertemuan lantai 1 Kantor Gubernur Kaltara, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.

Diungkapkan Irianto, FMG Ltd sendiri menaruh minat besar kepada pengembangan usahanya ke Kaltara, utamanya di bidang pengembangan energi ramah lingkungan dan pro masyarakat juga industrialisasi. Dan, hal ini sudah menjadi kebijakan utama Pemprov Kaltara dalam upayanya membangun Kaltara dan mensejahterakan masyarakatnya melalui realisasi investasi bidang energi dan hilirisasi industri.

“Menyambut minat itu, Pemprov Kaltara menawarkan sejumlah peluang investasi kepada FMG Ltd. Dua diantaranya, adalah PLTA Kayan dan KIPI Tanah Kuning-Mangkupadi. Juga ada, PLTA Mentarang, Bahau dan Sembakung. 

Dan, yang jelas, dalam pengembangan PLTA maupun industri tersebut, Pemprov mempertimbangkan kelestarian alam juga kelanjutan kehidupan masyarakat di sekitarnya. Ini untuk menjaga keseimbangan ekosistem juga daur hidrologi di sejumlah sungai yang ada di Kaltara,” kata Gubernur.

Pada intinya, jelas Irianto, Pemprov Kaltara mendukung niatan FMG Ltd. untuk mengembangkan usahanya di Kaltara. Bentuk dukungan Pemprov Kaltara akan direalisasikan sesuai kewenangan yang ada. Yang pasti, dukungan ini akan dilakukan untuk mempercepat rencana investasi dari FMG Ltd. 

“Saat ini, Pemprov menunggu hasil pra survei dari tim ahli FMG Ltd. Setelah itu akan dilakukan pertemuan lanjutan pada lokasi yang akan ditentukan selanjutnya,” tutupnya.(humas/YL)

Tawarkan Investasi Energi dan Pelabuhan ke Australia

SUARA KALTARA
DUKUNGAN : Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie menyerahkan cinderamata kepada perwakilan tim pra survei FMG Ltd., Rabu (26/2).

TANJUNG SELOR - Tatap muka sekaligus diskusi antara Pemprov Kaltara dengan Kedubes Australia berlangsung kurang lebih 1 jam di ruang rapat Sekprov Kaltara, Selasa (25/2). Kesempatan ini dimanfaatkan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Provinsi Kaltara memberikan informasi kepada Sekretaris Dua Bidang Ekonomi Kedubes Autralia, Peter Simojoki. 

Di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Gubernur Kaltara Irianto Lambrie, kata Risdianto, telah dilakukan langkah fundamental dalam rangka mempermudah proses investasi di Tanah Air dan di Kaltara. Salah satu instrumennya adalah mempermudah proses perizinan. 

Dan, Provinsi Kaltara memang diharapkan jadi sentral pertumbuhan di wilayah Kalimantan. Apalagi, sejalan kebijakan nasional ditunjuknya Kalimantan Timur sebagai Ibu Kota Negara (IKN). 

“Sehingga secara tidak langsung Kaltara sebagai daerah penyangga. Salah satunya penyangga di bidang energi. Kita ada rencana besar membangun PLTA oleh beberapa perusahaan yang telah menyatakan minat dan memproses administrasinya. Karena sesungguhnya provinsi ini memiliki potensi dan peluang hidrologi dibangunnya PLTA,” tutur Risdianto.

Berkenaan kunjungan tim Kedubes Australia ke empat sungai besar di Kaltara, Risdianto mengungkapkan rencana pengembangan bidang energinya. Sungai Kayan akan digarap PLTA berkapasitas 9.000 MW oleh PT Kayan Hidro Energy, Sungai Sembakung 500 MW oleh PT Hannergy, Sungai Mentarang 1.775 oleh PT Sarawak Energy Berhad dan PT Kayan Patria, serta sungai-sungai lainnya. 

Sekaitan dengan pembangunan pembangkit tersebut, tengah berproses pula Proyek Strategis Nasional (PSN) Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi seluas 10.100 hektare. “Karena Kaltara masuk pada ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia) II sehingga lebih dekat ke Asia Pasifik. Kita akan membangun KIPI seluas 10.100 hektare. Dan saat ini sudah ada 7 perusahaan yang meminta sebagai pengelola,” ujarnya.

Risdianto menyimpulkan, suplai energi dari PLTA yang akan dibangun akan terintegrasi dengan KIPI Tanah Kuning-Mangkupadi. Selain itu, PLTA akan memberi kontribusi bagi IKN baru di Kalimantan Timur.  Pada KIPI Tanah Kuning-Mangkupadi juga akan dibangun pelabuhan internasional. Pembangunan pelabuhan samudera di KIPI tersebut sudah diminati oleh investor asal Korea Selatan. 

“Tetapi tidak tertutup kemungkinan investor dari Australia juga bisa ikut. Peluang itu ada. Termasuk dalam investasi hidro power juga berpeluang. Karena semuanya masih berproses administrasi, belum bersifat final,” pungkasnya.

Sementara itu, sebagai kelanjutan survei awal tim Fortescue Metals Group (FMG) Ltd, perusahaan asal Australia yang bergerak di bidang pengembangan energi dan lainnya yang dimiliki konglomerat Australia, Mr. 

John Andrew Henry Forrest AO, Rabu (26/2) digelar pertemuan yang dipimpin Gubernur Kaltara dengan dihadiri seluruh kepala OPD di lingkup Pemprov Kaltara di ruang pertemuan lantai 1 Kantor Gubernur Kaltara, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.

Diungkapkan Irianto, FMG Ltd sendiri menaruh minat besar kepada pengembangan usahanya ke Kaltara, utamanya di bidang pengembangan energi ramah lingkungan dan pro masyarakat juga industrialisasi. Dan, hal ini sudah menjadi kebijakan utama Pemprov Kaltara dalam upayanya membangun Kaltara dan mensejahterakan masyarakatnya melalui realisasi investasi bidang energi dan hilirisasi industri.

“Menyambut minat itu, Pemprov Kaltara menawarkan sejumlah peluang investasi kepada FMG Ltd. Dua diantaranya, adalah PLTA Kayan dan KIPI Tanah Kuning-Mangkupadi. Juga ada, PLTA Mentarang, Bahau dan Sembakung. 

Dan, yang jelas, dalam pengembangan PLTA maupun industri tersebut, Pemprov mempertimbangkan kelestarian alam juga kelanjutan kehidupan masyarakat di sekitarnya. Ini untuk menjaga keseimbangan ekosistem juga daur hidrologi di sejumlah sungai yang ada di Kaltara,” kata Gubernur.

Pada intinya, jelas Irianto, Pemprov Kaltara mendukung niatan FMG Ltd. untuk mengembangkan usahanya di Kaltara. Bentuk dukungan Pemprov Kaltara akan direalisasikan sesuai kewenangan yang ada. Yang pasti, dukungan ini akan dilakukan untuk mempercepat rencana investasi dari FMG Ltd. 

“Saat ini, Pemprov menunggu hasil pra survei dari tim ahli FMG Ltd. Setelah itu akan dilakukan pertemuan lanjutan pada lokasi yang akan ditentukan selanjutnya,” tutupnya.(humas/YL)

No comments