Social Items

RAPAT TERBATAS :  Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie dalam rapat terbatas bersama sejumlah kepala OPD Pemprov Kaltara, Selasa (28/4).

TANJUNG SELOR - Pelaksanaan percepatan penanganan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) di Kalimantan Utara (Kaltara) akan dievaluasi menyeluruh. Membahas persoalan tersebut,  Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie menginisiasi rapat evaluasi, yang akan melibatkan semua unsur-unsur terkait. 

Unsur-unsur yang dimaksud adalah pemerintah daerah, Polda, Korem, Danlantamal, Kepala Perwakilan BPKP dan semua instansi yang termasuk dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kaltara.  

"InsyaAllah, rapat evaluasi kita lakukan secara virtual meeting hari Rabu (hari ini). Kemudian di hari Kamis (30/4) dilanjutkan virtual meeting bersama Gugus Tugas Kabupaten/Kota, dengan agenda yang sama, yaitu melakukan evaluasi percepatan penanganan Covid-19," kata Gubernur dalam rapat terbatas bersama sejumlah kepala OPD Pemprov Kaltara, Selasa (28/4). 

Poin-poin evaluasi, lanjut Irianto, mencakup sejumlah arahan Presiden Jokowi pada saat rapat terbatas bersama para menteri dan gubernur se-Tanah Air, antara lain penanganan Covid-19 tetap diprioritaskan pada sisi kesehatan. Kemudian diikuti pada sisi dampak sosial dan ekonomi. Termasuk koordinasi yang baik antara pusat dan daerah, maupun antar daerah dalam menangani COVID-19. 

Gubernur juga mengingatkan arahan Presiden bahwasanya tujuan PSBB untuk menjaga kesehatan masyarakat. Artinya, mengendalikan penyebaran Covid-19 dan mengobati pasien yang terpapar. 

Daerah yang mengusulkan PSBB haruslah menyiapkan jaring pengaman sosial untuk lapisan paling bawah agar tetap mampu memenuhi kebutuhan pokok dan menjaga daya beli.  "Dan selanjutnya, menjaga dunia usaha utamanya usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah agar tetap beroperasi sehingga penyerapan tenaga kerja tetap terjaga," ujarnya. 

Meski secara nasional seperti disampaikan Presiden Jokowi pada Rapat Terbatas sebelumnya, mengalami penurunan angka penambahan pasien terkonfirmasi positif, di Kaltara kata Gubernur grafik pasien positif justru menunjukkan kenaikan. 

Menurut Irianto, perlu dievaluasi dan dicari solusi bersama agar grafik dapat segera melandai, atau bahkan menurun. Pengertian dan kesadaran masyarakat juga sangat diperlukan. Masyarakat harus disiplin menaati semua anjuran, imbauan, dan kebijakan pemerintah. Saat ini jumlah pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Kaltara sebanyak 92 orang.  

"Kita di Pemprov Kaltara juga terus berupaya melakukan percepatan penanganan Covid-19. Kita juga telah menambah anggaran penanganan Covid-19 sampai Rp 109 miliar," kata Gubernur.

Irianto juga telah menyetujui rencana pengadaan alat tes PCR (Polymerase Chain Reaction) untuk melengkapi laboratorium uji swab yang tengah persiapkan di RSUD milik Pemprov di Kota Tarakan. 

Gubernur juga telah memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan melakukan pengadaan cartridge khusus SARS-CoV-2 untuk menunjang ketepatan hasil konfirmasi sampel swab yang diuji.  

Saya minta Dinas Kesehatan mengadakan Vitamin C dan E untuk dibagikan kepada masyarakat. Stok-stok disinfektan, hand sanitizer, masker, maupun obat-obatan yang diperlukan dalam penanganan Covid-19 juga saya minta dikeluarkan dari Gudang Farmasi untuk diserahkan kepada masyarakat atau Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Rumah Sakit Rujukan, perintah Gubernur dalam rapat tersebut. 

"Jangan hanya disimpan di dalam gudang. Harus diedarkan ke masyarakat dan instansi mana saja yang membutuhkan, tuntasnya.(humas/YL)

Penanganan Covid-19 di Kaltara akan Dievaluasi

SUARA KALTARA
RAPAT TERBATAS :  Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie dalam rapat terbatas bersama sejumlah kepala OPD Pemprov Kaltara, Selasa (28/4).

TANJUNG SELOR - Pelaksanaan percepatan penanganan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) di Kalimantan Utara (Kaltara) akan dievaluasi menyeluruh. Membahas persoalan tersebut,  Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie menginisiasi rapat evaluasi, yang akan melibatkan semua unsur-unsur terkait. 

Unsur-unsur yang dimaksud adalah pemerintah daerah, Polda, Korem, Danlantamal, Kepala Perwakilan BPKP dan semua instansi yang termasuk dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kaltara.  

"InsyaAllah, rapat evaluasi kita lakukan secara virtual meeting hari Rabu (hari ini). Kemudian di hari Kamis (30/4) dilanjutkan virtual meeting bersama Gugus Tugas Kabupaten/Kota, dengan agenda yang sama, yaitu melakukan evaluasi percepatan penanganan Covid-19," kata Gubernur dalam rapat terbatas bersama sejumlah kepala OPD Pemprov Kaltara, Selasa (28/4). 

Poin-poin evaluasi, lanjut Irianto, mencakup sejumlah arahan Presiden Jokowi pada saat rapat terbatas bersama para menteri dan gubernur se-Tanah Air, antara lain penanganan Covid-19 tetap diprioritaskan pada sisi kesehatan. Kemudian diikuti pada sisi dampak sosial dan ekonomi. Termasuk koordinasi yang baik antara pusat dan daerah, maupun antar daerah dalam menangani COVID-19. 

Gubernur juga mengingatkan arahan Presiden bahwasanya tujuan PSBB untuk menjaga kesehatan masyarakat. Artinya, mengendalikan penyebaran Covid-19 dan mengobati pasien yang terpapar. 

Daerah yang mengusulkan PSBB haruslah menyiapkan jaring pengaman sosial untuk lapisan paling bawah agar tetap mampu memenuhi kebutuhan pokok dan menjaga daya beli.  "Dan selanjutnya, menjaga dunia usaha utamanya usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah agar tetap beroperasi sehingga penyerapan tenaga kerja tetap terjaga," ujarnya. 

Meski secara nasional seperti disampaikan Presiden Jokowi pada Rapat Terbatas sebelumnya, mengalami penurunan angka penambahan pasien terkonfirmasi positif, di Kaltara kata Gubernur grafik pasien positif justru menunjukkan kenaikan. 

Menurut Irianto, perlu dievaluasi dan dicari solusi bersama agar grafik dapat segera melandai, atau bahkan menurun. Pengertian dan kesadaran masyarakat juga sangat diperlukan. Masyarakat harus disiplin menaati semua anjuran, imbauan, dan kebijakan pemerintah. Saat ini jumlah pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Kaltara sebanyak 92 orang.  

"Kita di Pemprov Kaltara juga terus berupaya melakukan percepatan penanganan Covid-19. Kita juga telah menambah anggaran penanganan Covid-19 sampai Rp 109 miliar," kata Gubernur.

Irianto juga telah menyetujui rencana pengadaan alat tes PCR (Polymerase Chain Reaction) untuk melengkapi laboratorium uji swab yang tengah persiapkan di RSUD milik Pemprov di Kota Tarakan. 

Gubernur juga telah memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan melakukan pengadaan cartridge khusus SARS-CoV-2 untuk menunjang ketepatan hasil konfirmasi sampel swab yang diuji.  

Saya minta Dinas Kesehatan mengadakan Vitamin C dan E untuk dibagikan kepada masyarakat. Stok-stok disinfektan, hand sanitizer, masker, maupun obat-obatan yang diperlukan dalam penanganan Covid-19 juga saya minta dikeluarkan dari Gudang Farmasi untuk diserahkan kepada masyarakat atau Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Rumah Sakit Rujukan, perintah Gubernur dalam rapat tersebut. 

"Jangan hanya disimpan di dalam gudang. Harus diedarkan ke masyarakat dan instansi mana saja yang membutuhkan, tuntasnya.(humas/YL)

No comments