Social Items

PENGOBATAN GRATIS : Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie saat meninjau pelaksanaan pengobatan gratis “Dokter Terbang” di Desa Tanjung Buka SP7, Tanjung Palas Tengah, Sabtu (13/6) lalu.

TANJUNG SELOR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Biro Organisasi dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara menghadari undangan rapat koordinasi persiapan tahap presentasi dan wawancara Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2020 secara virtual di lingkungan pemerintah daerah yang digelar oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemPANRB) RI, Rabu (24/6).

Rapat ini digelar, sehubungan dengan Pengumuman Deputi Bidang Pelayanan Publik Nomor B/153/PP.00.05/2020 tanggal 18 Juni 2020, tentang Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2020 dan 15 Finalis Kelompok Khusus KIPP 2020 di Lingkungan Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, BUMN, dan BUMD. 

Sekaligus berdasarkan surat KemenPANRB pada lampiran II Nomor B/157/PP.00.05/2020 tanggal 19 Juni 2020, dimana dari 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2020, ada 74 inovasi yang dinyatakan lolos dan ke maju tahap presentasi dan wawancara.

Alhamdulillah, Kaltara dengan inovasi program layanan Dokter Terbang yang digagas Dinkes Kaltara berhasil lolos. Dijadwalkan tahap presentasi dan wawancara menuju Top 45, akan dilakukan langsung oleh Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie secara virtual pada 13 Juli mendatang, kata Kepala Biro Organisasi Setprov Kaltara Abdul Madjid usai mengikuti rapat koordinasi KIPP 2020 di lingkungan Pemerintah Daerah, di ruang vicon Diskominfo lantai 5, Gedung Gabungan Dinas Tanjung Selor, (24/6).

Madjid mengatakan, tata cara pelaksanaan KIPP 2020 tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Hanya saja, dalam kondisi pandemi COVID-19, dengan tetap mengikuti anjuran pemerintah dalam pencegahan penyebaran COVID-19 maka tahap presentasi dan wawancara dilakukan secara virtual. 

Itupun dengan tetap mengikuti protokol kesehatan, dengan hanya memperbolehkan maksimal 5 orang diruangan saat proses presentasi dan wawancara di hadapan Panelis KIPP.

DOKTER TERBANG TETAP MELAYANI
Walau masih dirudung pandemi Covid-19, Pemprov Kaltara tak patah arang dalam upayanya mempermudah akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Daerah Tertinggal, Perbatasan dan Kepulauan (DTPK). Salah satunya, melalui pelayanan pengobatan gratis yang berafiliasi dengan program Dokter Terbang.

Sebelumnya, Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie menginstruksikan agar program yang bersentuhan langsung dengan kemaslahatan umat, utamanya di bidang kesehatan tetap berjalan tanpa mengabaikan protokol kesehatan. 

“Program pengobatan gratis “Dokter Terbang” misalnya, harus tetap dijalankan. Sebab, peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di masa pandemi ini, adalah pencegahan yang terbaik hingga adanya vaksin Covid-19. Untuk itu, program Dokter Terbang harus terus dijalankan,” kata Gubernur.

Sementara itu, dituturkan kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara, Usman bahwa program Dokter Terbang tetap berjalan di masa pandemi ini. “Terakhir, Dokter Terbang melayani masyarakat di SP7 Bulungan. Tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan,” katanya. Di lokasi itu, sekitar 80 warga terlayani oleh dokter umum yang didatangkan.

Layanan serupa juga akan dilakukan pekan depan di Kampung Baru, Mangkupadi. “Untuk dokter spesialisnya, masih dihubungi karena masih fokus ke pelayanan Covid-19. Tapi kami menyiapkan dokter umum apabila tidak dokter spesialis yang dapat ikut,” jelasnya. Rencananya pelayanan kesehatan yang akan dilakukan, adalah pemeriksaan gula darah, kolesterol, asam urat dan hemoglobin atau kadar darah merah.

Pelayanan dokter terbang ini akan dilaksanakan dengan mematuhi standar protokol kesehatan. Kami berusaha tidak terjadi kerumunan atau banyak orang berkumpul. Kami juga menyusun ulang jadwal pelayanan dokter terbang di Kaltara, tutupnya.

Sebagai informasi, program Dokter Terbang masuk dalam Top 99 Inovasi Pelayanan Publik dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Tahun 2020. Hasil kompetisi ini diumumkan berdasarkan surat Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB), Nomor: B/153/PP.00.05/2020, tentang Top 99 Inovasi Pelayanan Publik 2020 dan 15 Finalis Kelompok khusus Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik di Lingkungan Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, BUMN, dan BUMD Tahun 2020.

Pada tingkat provinsi, ada 9 provinsi yang masuk dalam nominasi itu. Beberapa provinsi ada yang inovasinya lebih dua masuk. Yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat (Jabar) dan Jawa Tengah (Jateng). Dari Kalimantan, ada tiga provinsi. Yakni Kalimantan Timur (Kaltim), Kalimantan Barat (Kalbar), dan Kaltara.(humas/YL)

Menuju Top 45 KIPP 2020

SUARA KALTARA
PENGOBATAN GRATIS : Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie saat meninjau pelaksanaan pengobatan gratis “Dokter Terbang” di Desa Tanjung Buka SP7, Tanjung Palas Tengah, Sabtu (13/6) lalu.

TANJUNG SELOR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Biro Organisasi dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara menghadari undangan rapat koordinasi persiapan tahap presentasi dan wawancara Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2020 secara virtual di lingkungan pemerintah daerah yang digelar oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemPANRB) RI, Rabu (24/6).

Rapat ini digelar, sehubungan dengan Pengumuman Deputi Bidang Pelayanan Publik Nomor B/153/PP.00.05/2020 tanggal 18 Juni 2020, tentang Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2020 dan 15 Finalis Kelompok Khusus KIPP 2020 di Lingkungan Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, BUMN, dan BUMD. 

Sekaligus berdasarkan surat KemenPANRB pada lampiran II Nomor B/157/PP.00.05/2020 tanggal 19 Juni 2020, dimana dari 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2020, ada 74 inovasi yang dinyatakan lolos dan ke maju tahap presentasi dan wawancara.

Alhamdulillah, Kaltara dengan inovasi program layanan Dokter Terbang yang digagas Dinkes Kaltara berhasil lolos. Dijadwalkan tahap presentasi dan wawancara menuju Top 45, akan dilakukan langsung oleh Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie secara virtual pada 13 Juli mendatang, kata Kepala Biro Organisasi Setprov Kaltara Abdul Madjid usai mengikuti rapat koordinasi KIPP 2020 di lingkungan Pemerintah Daerah, di ruang vicon Diskominfo lantai 5, Gedung Gabungan Dinas Tanjung Selor, (24/6).

Madjid mengatakan, tata cara pelaksanaan KIPP 2020 tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Hanya saja, dalam kondisi pandemi COVID-19, dengan tetap mengikuti anjuran pemerintah dalam pencegahan penyebaran COVID-19 maka tahap presentasi dan wawancara dilakukan secara virtual. 

Itupun dengan tetap mengikuti protokol kesehatan, dengan hanya memperbolehkan maksimal 5 orang diruangan saat proses presentasi dan wawancara di hadapan Panelis KIPP.

DOKTER TERBANG TETAP MELAYANI
Walau masih dirudung pandemi Covid-19, Pemprov Kaltara tak patah arang dalam upayanya mempermudah akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Daerah Tertinggal, Perbatasan dan Kepulauan (DTPK). Salah satunya, melalui pelayanan pengobatan gratis yang berafiliasi dengan program Dokter Terbang.

Sebelumnya, Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie menginstruksikan agar program yang bersentuhan langsung dengan kemaslahatan umat, utamanya di bidang kesehatan tetap berjalan tanpa mengabaikan protokol kesehatan. 

“Program pengobatan gratis “Dokter Terbang” misalnya, harus tetap dijalankan. Sebab, peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di masa pandemi ini, adalah pencegahan yang terbaik hingga adanya vaksin Covid-19. Untuk itu, program Dokter Terbang harus terus dijalankan,” kata Gubernur.

Sementara itu, dituturkan kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara, Usman bahwa program Dokter Terbang tetap berjalan di masa pandemi ini. “Terakhir, Dokter Terbang melayani masyarakat di SP7 Bulungan. Tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan,” katanya. Di lokasi itu, sekitar 80 warga terlayani oleh dokter umum yang didatangkan.

Layanan serupa juga akan dilakukan pekan depan di Kampung Baru, Mangkupadi. “Untuk dokter spesialisnya, masih dihubungi karena masih fokus ke pelayanan Covid-19. Tapi kami menyiapkan dokter umum apabila tidak dokter spesialis yang dapat ikut,” jelasnya. Rencananya pelayanan kesehatan yang akan dilakukan, adalah pemeriksaan gula darah, kolesterol, asam urat dan hemoglobin atau kadar darah merah.

Pelayanan dokter terbang ini akan dilaksanakan dengan mematuhi standar protokol kesehatan. Kami berusaha tidak terjadi kerumunan atau banyak orang berkumpul. Kami juga menyusun ulang jadwal pelayanan dokter terbang di Kaltara, tutupnya.

Sebagai informasi, program Dokter Terbang masuk dalam Top 99 Inovasi Pelayanan Publik dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Tahun 2020. Hasil kompetisi ini diumumkan berdasarkan surat Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB), Nomor: B/153/PP.00.05/2020, tentang Top 99 Inovasi Pelayanan Publik 2020 dan 15 Finalis Kelompok khusus Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik di Lingkungan Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, BUMN, dan BUMD Tahun 2020.

Pada tingkat provinsi, ada 9 provinsi yang masuk dalam nominasi itu. Beberapa provinsi ada yang inovasinya lebih dua masuk. Yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat (Jabar) dan Jawa Tengah (Jateng). Dari Kalimantan, ada tiga provinsi. Yakni Kalimantan Timur (Kaltim), Kalimantan Barat (Kalbar), dan Kaltara.(humas/YL)

No comments