Social Items


TARAKAN - Rapat kerja dan evaluasi pemerintah desa di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang diikuti jajaran Kepala Desa dari Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Nunukan dilangsungkan di Hotel Tarakan Plaza, Kota Tarakan, Rabu (26/8).   


Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie merasa bangga dan senang, sebagian besar Kepala Desa dari dua kabupaten tersebut hadir dalam kegiatan. Termasuk Kepala Desa dari pelosok perbatasan seperti desa-desa di Krayan, Kabupaten Nunukan. “Kita penting melakukan evaluasi untuk mencari umpan balik terhadap apa yang sudah kita laksanakan agar di semester atau tahun berikutnya bisa melaksanakan langkah-langkah yang lebih baik. Ada kekeliruan bisa diperbaiki,” ujar Gubernur. 


Menurutnya, desa adalah ujung tombak dan pondasi negara. Jika desa kuat, kecamatan juga kuat, dan seterusnya sampai skala negara. Maka dari itu pemerintah memberi perhatian lebih terhadap pembangunan di desa. “Sebab kalau desa maju, negara juga akan maju,” ujarnya. 


Ia hendak mengajak kepala desa di Kaltara untuk belajar, mencari pengalaman di desa-desa yang sudah maju seperti di Jepang, negara-negara di Benua Eropa, dan beberapa negara tetangga di ASEAN seperti Thailand dan Vietnam.


Tujuannya, untuk melihat sudut pandang, membandingkan apa yang menjadi keunggulan desa yang sudah maju itu untuk diaplikasikan di desa-desa yang ada di Kaltara. “Sudah banyak desa di Thailand dan Vietnam bisa langsung mengekspor hasil pertaniannya. Apalagi kemajuan desa di Jepang. Mereka memanfaatkan akses informasi untuk menjangkau dunia internasional. Dan sebagian masyarakat di desa itu sudah open minded,” tuturnya.


Hal itulah menurut Gubernur perlu dibangun. Desa-desa di Kalimantan Utara harus berkreasi dan berinovasi. Memanfaatkan potensi-potensi desanya dan mendayagunakan sumber daya masyarakat desa agar berdaya guna dan berdaya saing. “Kepala Desa dan masyarakat desa di Kaltara juga harus open minded. Mudah menerima kemajuan, mudah untuk maju,” ujarnya.


“Saya juga meminta kepala desa untuk sering-sering datang ke Bupati untuk meminta dukungan pembangunan di desanya. Seperti yang Saya lakukan selama ini yaitu berusaha menarik anggaran APBN untuk lebih banyak masuk ke Kaltara. Desa juga demikian, jangan hanya berpatokan terhadap dana desa. Sebab cukup banyak sektor yang perlu kita benahi dan pondasinya itu semua ada di desa,” tutupnya.(humas / YN)

Kepala Desa Mesti Berpikir Terbuka dan Kreatif

SUARA KALTARA


TARAKAN - Rapat kerja dan evaluasi pemerintah desa di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang diikuti jajaran Kepala Desa dari Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Nunukan dilangsungkan di Hotel Tarakan Plaza, Kota Tarakan, Rabu (26/8).   


Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie merasa bangga dan senang, sebagian besar Kepala Desa dari dua kabupaten tersebut hadir dalam kegiatan. Termasuk Kepala Desa dari pelosok perbatasan seperti desa-desa di Krayan, Kabupaten Nunukan. “Kita penting melakukan evaluasi untuk mencari umpan balik terhadap apa yang sudah kita laksanakan agar di semester atau tahun berikutnya bisa melaksanakan langkah-langkah yang lebih baik. Ada kekeliruan bisa diperbaiki,” ujar Gubernur. 


Menurutnya, desa adalah ujung tombak dan pondasi negara. Jika desa kuat, kecamatan juga kuat, dan seterusnya sampai skala negara. Maka dari itu pemerintah memberi perhatian lebih terhadap pembangunan di desa. “Sebab kalau desa maju, negara juga akan maju,” ujarnya. 


Ia hendak mengajak kepala desa di Kaltara untuk belajar, mencari pengalaman di desa-desa yang sudah maju seperti di Jepang, negara-negara di Benua Eropa, dan beberapa negara tetangga di ASEAN seperti Thailand dan Vietnam.


Tujuannya, untuk melihat sudut pandang, membandingkan apa yang menjadi keunggulan desa yang sudah maju itu untuk diaplikasikan di desa-desa yang ada di Kaltara. “Sudah banyak desa di Thailand dan Vietnam bisa langsung mengekspor hasil pertaniannya. Apalagi kemajuan desa di Jepang. Mereka memanfaatkan akses informasi untuk menjangkau dunia internasional. Dan sebagian masyarakat di desa itu sudah open minded,” tuturnya.


Hal itulah menurut Gubernur perlu dibangun. Desa-desa di Kalimantan Utara harus berkreasi dan berinovasi. Memanfaatkan potensi-potensi desanya dan mendayagunakan sumber daya masyarakat desa agar berdaya guna dan berdaya saing. “Kepala Desa dan masyarakat desa di Kaltara juga harus open minded. Mudah menerima kemajuan, mudah untuk maju,” ujarnya.


“Saya juga meminta kepala desa untuk sering-sering datang ke Bupati untuk meminta dukungan pembangunan di desanya. Seperti yang Saya lakukan selama ini yaitu berusaha menarik anggaran APBN untuk lebih banyak masuk ke Kaltara. Desa juga demikian, jangan hanya berpatokan terhadap dana desa. Sebab cukup banyak sektor yang perlu kita benahi dan pondasinya itu semua ada di desa,” tutupnya.(humas / YN)

No comments