Social Items


BANKEU KHUSUS
: Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie saat menyerahkan secara simbolis bankeu khusus insentif guru PAUD, belum lama ini.


KALTARA - Salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) untuk meningkatkan kesejahteraan guru dan penyuluh, adalah melalui pemberian insentif yang termuat dalam bantuan keuangan (Bankeu) khusus. Bagaimana tanggapan para guru dan penyuluh atas kebijakan ini?


DARA AURORA-AMEL GRADIS T, Humas Kaltara

INSENTIF tersebut ditujukan kepada tenaga pendidik jenjang pendidikan TK/PAUD, SD dan SMP serta tenaga penyuluh di Kaltara. Besarannya berbeda, dimana untuk tenaga pendidik dan kependidikan PNS dan Non PNS diberikan sebesar Rp 500 ribu per bulan, penyuluh pertanian dan perikanan PNS Rp 1,5 juta per bulan, dan untuk penyuluh pertanian dan perikanan Non PNS Rp 1 juta per bulan.


Heri, salah seorang Guru Tidak Tetap (GTT) SMA Negeri 1 Tanjung Selor mengaku berterima kasih kepada Pemprov Kaltara, utamanya Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie atas kebijakan insentif itu. “Dari 2015 menjadi guru dengan status tidak tetap, baru pada 2017 sudah menerima insentif GTT dengan besaran Rp 500 ribu per bulan,” katanya.


Sebagai perantau, Heri mengaku insentif ini sangat membantu meringankan biaya hidupnya. “Semoga Pemprov Kaltara dapat terus memperhatikan kesejahteraan para guru dengan pemberian insentif ini,” ujar Heru.


Serupa, guru honorer PAUD Benuanta, Nurlaila Handayani juga mengaku terbantu dengan insentif tersebut. “Saya menjadi guru dari 2012 dan gajinya sebesar Rp 500 ribu per bulan. Dengan diberikannya tambahan insentif dari Pemprov Kaltara sebesar Rp 500 ribu per bulan ini, cukup membantu biaya hidupnya,” 


“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Kaltara dan Pak Gubernur atas insentifnya. Semoga kedepannya insentif ini dapat terus berlanjut terutama bagi kami guru honorer,” imbuhnya.


Pernyataan sama juga dilontarkan Imam Rokhimin, salah seorang penyuluh pertanian. “Saya sudah menerima insentif pertanian sejak 2013 dari Pemprov Kaltara, sebesar Rp 1,5 juta. Tentu saja, saya sangat bersyukur karena selain dapat digunakan untuk menyejahterakan keluarga, juga dapat membantu operasional, meningkatkan kapasitas, dan menunjang kami untuk semakin profesional dalam bekerja,” urainya.


Insentif ini juga membuat para penyuluh semakin semangat bekerja. Seperti yang diungkapkan, rekan sejawat Imam, Mulyono. “Saya sangat berterima kasih dengan insentif yang diberikan. Dan, berharap dapat terus dilanjutkan,” tuturnya.


Kedua penyuluh ini, juga menerima SK Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) pada Senin (21/9) di ballroom Hotel Pangeran Khar. Penyerahan simbolisnya dilakukan Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie. (Humas / YN)

Manfaat Bantuan Keuangan Khusus di Mata Guru dan Penyuluh

SUARA KALTARA


BANKEU KHUSUS
: Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie saat menyerahkan secara simbolis bankeu khusus insentif guru PAUD, belum lama ini.


KALTARA - Salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) untuk meningkatkan kesejahteraan guru dan penyuluh, adalah melalui pemberian insentif yang termuat dalam bantuan keuangan (Bankeu) khusus. Bagaimana tanggapan para guru dan penyuluh atas kebijakan ini?


DARA AURORA-AMEL GRADIS T, Humas Kaltara

INSENTIF tersebut ditujukan kepada tenaga pendidik jenjang pendidikan TK/PAUD, SD dan SMP serta tenaga penyuluh di Kaltara. Besarannya berbeda, dimana untuk tenaga pendidik dan kependidikan PNS dan Non PNS diberikan sebesar Rp 500 ribu per bulan, penyuluh pertanian dan perikanan PNS Rp 1,5 juta per bulan, dan untuk penyuluh pertanian dan perikanan Non PNS Rp 1 juta per bulan.


Heri, salah seorang Guru Tidak Tetap (GTT) SMA Negeri 1 Tanjung Selor mengaku berterima kasih kepada Pemprov Kaltara, utamanya Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie atas kebijakan insentif itu. “Dari 2015 menjadi guru dengan status tidak tetap, baru pada 2017 sudah menerima insentif GTT dengan besaran Rp 500 ribu per bulan,” katanya.


Sebagai perantau, Heri mengaku insentif ini sangat membantu meringankan biaya hidupnya. “Semoga Pemprov Kaltara dapat terus memperhatikan kesejahteraan para guru dengan pemberian insentif ini,” ujar Heru.


Serupa, guru honorer PAUD Benuanta, Nurlaila Handayani juga mengaku terbantu dengan insentif tersebut. “Saya menjadi guru dari 2012 dan gajinya sebesar Rp 500 ribu per bulan. Dengan diberikannya tambahan insentif dari Pemprov Kaltara sebesar Rp 500 ribu per bulan ini, cukup membantu biaya hidupnya,” 


“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Kaltara dan Pak Gubernur atas insentifnya. Semoga kedepannya insentif ini dapat terus berlanjut terutama bagi kami guru honorer,” imbuhnya.


Pernyataan sama juga dilontarkan Imam Rokhimin, salah seorang penyuluh pertanian. “Saya sudah menerima insentif pertanian sejak 2013 dari Pemprov Kaltara, sebesar Rp 1,5 juta. Tentu saja, saya sangat bersyukur karena selain dapat digunakan untuk menyejahterakan keluarga, juga dapat membantu operasional, meningkatkan kapasitas, dan menunjang kami untuk semakin profesional dalam bekerja,” urainya.


Insentif ini juga membuat para penyuluh semakin semangat bekerja. Seperti yang diungkapkan, rekan sejawat Imam, Mulyono. “Saya sangat berterima kasih dengan insentif yang diberikan. Dan, berharap dapat terus dilanjutkan,” tuturnya.


Kedua penyuluh ini, juga menerima SK Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) pada Senin (21/9) di ballroom Hotel Pangeran Khar. Penyerahan simbolisnya dilakukan Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie. (Humas / YN)

No comments